[Vignette] Hardcore Night

PicsArt_06-26-06.49.55

HARDCORE NIGHT

.

Night-Club!AU, Slice-of-life || Vignette || MATURE

.

Starring
Wanna-One’s Kang Daniel, soloist Kim Chungha

.

Inspired from
Hands on Me by Produce 101

.

WARNING!
EXPLICIT CONTENT!
C
HILDREN UNDERAGE STRICTLY UNALLOWED!

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot and the moodboard

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

“However your body wants to move, whatever you want to do, there are no rules here.”
–Hands on Me (Produce 101)

.

Sebenarnya Daniel tahu bahwa visitasinya ke kelab malam tak akan membuat perasaannya menjadi lebih baik. Yah, apa sih yang diharapkan dari dua botol vodka serta dentuman musik yang memekakkan telinga? Tetapi, ia tak punya pilihan tempat hiburan lain yang dapat membuatnya lupa akan kenyataan bahwa kini Kim Sejeong sang mantan kekasih telah berganti status menjadi istri orang lain. Kembali teringat akan fakta tersebut, Daniel pun kembali menuang liquor dalam slokinya dan meminum dalam satu tegakan.

Gadis keparat! rutuk Daniel sambil membanting sloki dalam genggaman ke atas meja. Persetan dengan semua janji busuknya! Dahulu Sejeong pernah berjanji akan menikahinya kelak; janji yang dimateraikan dengan eye-smile. Namun, pada kenyataannya ikrar tersebut tak terpenuhi. Sebaliknya, ia malah mengikat janji suci dengan pria lain, bertindak seolah mendepak Daniel dari kehidupannya. Cih, kata-kata manusia memang tidak semua terpercaya, ‘kan?

Daniel kembali menegak vodkanya, lantas memejamkan mata dan meringis saat merasakan sensasi alkohol yang berdesis saat menuruni kerongkongan. Tak ia hiraukan kepalanya yang terasa berat dan matanya yang berkunang-kunang. Untuk hari ini saja, ia ingin menikmati hidup.

Sial! Mengapa bahkan ketika ia hendak membuka botol ketiga, ia tak jua mabuk? Apa darahnya sudah terlalu kebal dengan alkohol sehingga dosis macam ini sudah tak mempan untuknya? Perutnya sudah mual ingin muntah, tetapi bayangan Kim Sejeong plus senyum memuakkannya itu masih berputar di benak Daniel. Dan itu membuatnya gila.

Apa yang harus ia lakukan sekarang? Mengedarkan pandangan ke sekeliling meski kini penglihatannya sudah samar-samar, dwimanik pemuda itu pun tertumbuk pada lantai dansa yang memancarkan sinar neon warna-warni. Lagu remix This is What You Came For dari Calvin Harris mulai memenuhi ruangan, ditambah dentuman pembangkit suasana dan gairah. Well, tak ada salahnya bergabung untuk berdansa. Toh di sana banyak gadis-gadis yang mungkin dapat ia gunakan untuk melupakan Sejeong sejenak.

Daniel pun beranjak dari kursi bar, dan tak butuh waktu lama sampai ia dapat menyesuaikan diri dengan suasana meriah, lampu sorot berwarna-warni, dan irama musik yang membuat tubuhnya bergoyang.

***

Bagi Chungha, inilah surga.

Dentuman musik, berbotol-botol tequilla sunrise, lampu yang temaram, plus aroma alkohol yang berpadu dengan asap rokok (dan juga uap pemanasan amfetamin) di udara. Musik dansa bertempo cepat yang mengundang setiap insan untuk berkumpul di lantai dansa dan menari. Suara dentingan botol atau gelas saat bersulang serta desisan alkohol yang dituang. Chungha memejamkan kedua matanya; tersenyum. Mengabsorp suasana yang ada. Inilah hidup.

Suara-suara yang memekakkan telinga tetapi di saat yang bersamaan juga menghibur hatinya sudah pasti jauh lebih menyenangkan untuk didengar dibandingkan keributan di rumahnya. Rumah rasa neraka, di mana hampir setiap hari terjadi pertengkaran dan percekcokan. Amarah. Dendam. Benci. Iri. Teriakan yang bersahut-sahutan, dibalas dengan suara beling pecah. Omong-omong, guci kecik yang Chungha bawa sebagai oleh-oleh tripnya ke Cina ikut menjadi korban.

Chungha bermaksud menuang tequilla sunrise-nya ke dalam sloki, tetapi mengerang ketika menyadari bahwa botolnya telah kosong. Dengan serampangan ia berteriak untuk minta dibawakan satu botol lagi.

Seorang bartender pria muda tergopoh-gopoh menghampiri. Wajahnya terlihat khawatir.

“Kurasa sudah cukup, Chungha-ya,” ujar Park Kyungjin, sang bartender andalannya. “Sudah dua botol. Kau bisa tak terkontrol kelak. Kau pulang dengan siapa malam ini?”

“BERISIK!” teriak Chungha yang tanpa sadar telah mengundang atensi beberapa orang di sekitarnya. “Ayolah Leo-ya, izinkan aku untuk bersenang-senang. Malam ini saja ….”

“Tidak bisa.” Bartender itu bersikap tegas. Meski mereka dilatih untuk tidak mencampuri urusan pengunjung dan hanya bertugas untuk melayani mereka, tetapi bagi Kyungjin gadis surai cokelat bergelombang yang telah menjadi pelanggannya itu sudah ia anggap sebagai adik sendiri. Dan ia tak bisa begitu saja membiarkan gadis itu mabuk. “Lihat, bahkan kau sudah salah memanggil namaku. Masih menyangkal kalau kau sudah mabuk?”

AISH!” Chungha mengacak-acak rambutnya, frustrasi. Melemparkan tatapan kesal pada bartender tersebut, ia pun beranjak dari tempat duduknya menuju lantai dansa – meski dengan sempoyongan; mengabaikan panggilan sang bartender yang menyuruhnya kembali.

Lagu Stay dari Zedd & Alessia Cara versi remix memenuhi setiap sudut kelab. Chungha bergabung dengan para penari lain. Kepala, tangan, bahkan pinggulnya ikut bergoyang mengikuti irama serta dentuman musik. Crop tee warna gading yang mengekspos bahu jenjang serta perut ratanya sama sekali tak mengganggu acara menarinya. Matanya sengaja dipejamkan agar ia makin bisa larut dalam suasana meriah tersebut. Ia berteriak ketika orang-orang berteriak, bertepuk tangan ketika mereka bertepuk tangan, terkadang juga ikut bernyanyi keras-keras. Kurva bahagia tak lepas dari labium tipisnya. Chungha benar-benar tenggelam dalam meriah serta gemerlapnya dunia malam.

Terlalu asyik menari dan menikmati musik yang terus bergulir tanpa henti menyebabkan Chungha tak sadar akan posisinya sekarang. Saat sedang melompat, tahu-tahu punggungnya menabrak seseorang. Ia bermaksud meminta maaf, tetapi ketampanan pria di belakangnya mengurungkan niatnya. Ekspresi sedikit merasa bersalah digantikan dengan tatapan kagum.

“Ah … kau juga ada di sini rupanya … “ ujar Chungha kemudian tertawa kecil.

Sorry, apa kita saling mengenal?”

Gadis itu menggelengkan kepala kuat hingga rambut gelombangnya ikut tersibak. “Tidak. Aku bahkan tidak tahu siapa dirimu. Tetapi kalau tebakanku benar, kita adalah sesama orang yang sedang patah hati. Benar, ‘kan?”

Pria itu mengabaikan perkataan Chungha dan hanya memalingkan wajah sambil menegak sebotol bir. Gadis garis Kim itu tak dapat mengalihkan pandangan dari pemuda berkemeja putih ketat tersebut. Dua kancing atasnya terbuka menyebabkan sedikit tato di bagian dada pemuda itu terlihat dari luar.

“Oh, ya,” Chungha mengulurkan tangan, “namaku Chungha. Kim Chungha. Aku tak berniat menyamarkan identitasku, jadi sebaiknya beri tahu nama aslimu.”

“Kang Daniel.”

“Oh?” Gadis itu tertawa. “Sangat kebarat-baratan. Kau berasal dari Amerika? Washington?”

“Tidak. Aku berasal dari Busan.”

“Ah … baguslah.” Bola kepala gadis itu naik turun. “Aku tidak suka pria Barat, omong-omong.”

Bahkan hanya dengan sebuah senyum miring yang disunggingkan pria itu sudah dapat membuat Chungha terbahak. Ya, mungkin Kyungjin benar. Kesadaran gadis itu telah menguap setengah.

“Bicara tentang kata-kataku tadi, apa yang membuatmu datang kemari?” tanya Chungha atas dasar kuriositas. Sebelah tangannya ia letakkan pada bahu Daniel, sebelah lagi digunakan untuk menyusuri bentuk wajah pria itu dengan jari telunjuk. Chungha bahkan tak ragu untuk mengikis distansi dengan Daniel. “Tampaknya kau memang tidak datang ke sini hanya untuk membuang uang.”

“Jangan dekat-dekat,” ujar Daniel dingin. “Aku bisa menjadi pria yang berbahaya.”

Hah! Maaf saja, tetapi peringatan tersebut sudah tak ampuh bagi Chungha saat ini. Lihat saja, gadis yang bahkan sudah tak dapat berdiri tegak itu kini tertawa keras. “Apa itu sebuah ancaman? Peringatan? Wah … kau pria yang menarik, Oppa,” balas Chungha dengan penekanan pada kata terakhir.

Pria itu kembali mengabaikan kata-katanya dan memilih untuk menegak bir.

“Kau sedang patah hati, benar?” terka Chungha.

Daniel tak menjawab, tetapi tatapan yang ia lontarkan pada gadis itu kembali membuat Chungha menyeringai senang.

“Tebakanku benar! Tebakanku benar!” sorak Chungha riang.

“Mengapa? Pacarmu meninggalkanmu? Berselingkuh?”

Bungkamnya pemuda di hadapannya menyebabkan Chungha mengangguk. Ah, sepertinya memang demikian.

“Lupakan saja dia! Bebaskan dirimu! Ayo, nikmati musiknya dan menari!” teriak Chungha. Ia bahkan menunjukkan goyangan tubuhnya seirama musik untuk beberapa saat di hadapan pemuda itu. “Untuk apa kau datang kemari dan membuang uang jika kau masih memikirkannya?! Memangnya kau yakin ia masih memikirkanmu?!”

Daniel masih diam, tetapi tak menolak ketika Chungha meletakkan tangan pada kedua pundaknya dan menari bersama.

Hahaha … mantan kekasihmu itu tampaknya tidak tahu kehidupan yang akan mereka hadapi begitu ia menikah,” cerocos Chungha keras-keras. “Mungkin ia bahagia sekarang dengan suami berengseknya. Tetapi, akan tiba saat di mana mereka akan saling memaki, saling meludahi, dan saling meneriaki. Tamparan dibalas pukulan, amarah dibalas benci. Seperti orang tuaku.”

Chungha tidak sadar, meski dengan badan yang masih bergoyang mengikuti dentuman musik, kini ekspresi wajah Daniel menunjukkan ketertarikan atas ceritanya.

Hahahaha …. Saat itulah kau akan tertawa melihat mereka, Daniel-ssi.” Chungha menatap pria itu lekat walau pandangannya sudah kabur.

Tangan Daniel bergerak, sebelah menyelipkan helaian rambut Chungha di balik telinga, sebelah lagi meraih pinggang gadis itu dan membawanya mendekat. Bibirnya mengulas senyum. “Mungkin kau ada benarnya.”

“Maka dari itu, bersenang-senanglah! Percaya padaku, ia benar-benar sudah melupakanmu! Bisa dipastikan inilah yang sedang mereka lakukan sekarang.”

Chungha melingkarkan kedua lengannya pada leher sang pemuda, kemudian tanpa ragu menempelkan bibirnya pada bibir pemuda itu.

***

Sial. Plum merah gadis itu terasa nikmat.

Daniel memang terkejut untuk sesekon setelah gadis bernama Kim Chungha itu tahu-tahu menempelkan bibirnya. Hanya untuk satu sekon. Setelah itu ia tak dapat menahan diri untuk mengambil alih; memberikan lumatan-lumatan kecil pada aksi mereka. Rupanya Chungha pun merespons permainan bibir Daniel, dan lumatan kecil itu mulai berubah menjadi pagutan bibir bahkan perang lidah di dalam mulut.

Tangannya pun tak tinggal diam. Dari mulai sekedar membelai surai cokelat bergelombang yang halus itu, meraih tengkuk Chungha untuk membawanya makin mendekat, hingga membiarkan jarinya menyusuri pundak Chungha yang terekspos.

Desahan yang dikeluarkan Chungha menggelitik pendengaran Daniel, meningkatkan libido pemuda Kang itu hingga titik puncak.

Entah siapa yang harus dikambinghitamkan sekarang; suasana remang-remang, kesadaran keduanya yang ada di bawah kontrol alkohol, atau hormon yang tak terkendali.

Musik disko masih dimainkan, tetapi keduanya tak lagi berkonsentrasi untuk menari. Kini dua insan itu sudah tenggelam dalam kegairahan yang membara.

Tidak bisa begini. Keduanya butuh tempat yang lebih privat untuk memenuhi kepuasan. Tetapi keduanya juga tak dapat menahan diri untuk sekadar berkendara menuju hotel terdekat. Mereka hanya dapat menunda sejenak untuk berpindah lokasi dari pojok remang-remang kelab ke mobil kap terbuka Daniel yang terparkir di luar.

Kemeja putih itu sudah terlempar entah kemana, membiarkan sang pemilik mengekspos bagian tubuh atas sepenuhnya. Daniel membaringkan Chungha di kursi samping pengemudi, lantas menghujani gadis itu dengan ciuman panas.

Tangan Daniel bergerak menyelusup ke bagian belakang tubuh sang gadis, menjelajah menyusuri punggung mulusnya. Seringainya timbul ketika ia menemukan apa yang ia cari.

KLIK!

Dalam satu tarikan, kaitan bra yang digunakan Chungha terlepas. Daniel pun melemparnya sembarangan.

Whoa, whoa …. Pelan-pelan, Oppa. Kau membuatku ketakutan,” lirih Chungha, tetapi tak ayal senyumnya tersungging.

“Sudah kuperingatkan sebelumnya agar tak bermain-main denganku. Aku bisa menjadi pria yang berbahaya,” balas Daniel yang lantas memagut bibir gadis di hadapannya.

Daniel membalik posisi Chungha, hingga kini gadis itu berada di atasnya, bertumpu pada tangan. Tautan bibir keduanya terlepas ketika mereka merasa harus kembali mengisi paru-paru dengan oksigen. Sambil menatap lekat iris kelabu gadis itu dan merapikan rambut kecoklatannya ke samping, Daniel berujar, “So, shall we start right now?

Chungha tersenyum. Digunakannya jari untuk menyusuri dada hingga perut Daniel. “As you wish.”

Pemuda itu meraih pinggang Chungha dan membawa gadis itu mendekat; menindih dirinya. Sementara bibir mereka saling memagut dan mengulum, dengan meraba-raba Daniel berusaha menemukan tombol untuk menutup kap mobilnya.

Permainan satu malam mereka pun dimulai.

.

“I’ll leave myself to your fingers, so play me however you want.”
–Hands on Me (Produce 101)

 

-fin-

Advertisements

21 thoughts on “[Vignette] Hardcore Night

  1. OH MY GOD… OH MY GOD…. GECE AKU BACA INI LOH CE… AKU BACA…. DEMI WHAT? AKU TAK BISA BERKATA KATA
    WAI CE WAI~ KU TIDAK MENYANGKA DANIEL… OH MY…. /matiin caps
    ini aku nggak tau kenapa nahan napas bacanya yatuhan wkwk

    Liked by 1 person

  2. OH MY GOD!!!!!
    AKHIRNYA ADA JUGA YANG BIKIN FF DANIEL – CHUNGHA!!!

    Sumpah ya tema ini emang cocok banget buat Daniel Chungha yang emang punya aura seksi. Duh! Sampe nahan nafas aku bacanya.
    Oh ya, pas baca adegan dalem mobil itu aku langsung keingetan My Secret Romance hehehehe.

    POKOKNYA AKU TUNGGU FF DANIEL CHUNGHA LAINNYA YA.. AKU SANGAT BUTUH ASUPAN FF MEREKA WKWK /caps jebol/
    😂😂😂

    Liked by 2 people

    • makanya kak… justru karena mereka too sexy yet too hot jadi yg ada di pikiranku utk eksekusi mereka ya ginian hwhwhww…
      sejujurnya… itu emg kek penjabaran My Secret Romance kak dgn sedikit perubahan becoz aku ga punya referensi lain utk adegan beginian. Saya. Masih. Polos. /dibuang

      makasih kak udah mampir ….

      Like

  3. OMG SH*T FAK CE OMG CE APA INI CE DEGDEGAN MASA YALORD BELAJAR DARIMANA KAMU BUAT BEGINI YALORD RASANYA AKU MAU NANGIS AJA 😂

    Tbh, Thanks udh menuhin permintaan buat ff ChungNiel kesayanganku yalord semoga kapalku cepet karam aduh kapelku 💕💕💕

    Ini tuh … aku sampe gatau mau komen apa yatuhan ini udah kaya baca novel fifty shades of grey tau gak Danielkuh astaga Kang Daniel pikiranku kotor 😅😅😅

    Ini itu udah keren bangettt! Aku rasanya pen buat ff lanjutan cerita ini tau gak xD Pokoknya mau bagian akhir tuh klimaks dapet banget! Aku lemes sendiri bayanginnya XD HAHA

    Oh ya aku nemu satu nih “kita adalah sesama orang yang sedang patah hati. Benar, ‘kan?” agak gimana gitu aku bacanya mungkin bisa kamu ganti jadi “kita adalah orang yang sama-sama sedang patah hati. Benar, kan?” atau “kita ini sesama orang yang sedang patah hati. Benar, kan?” soalnya ‘adalah’ disana kurang tepat menurutku ^^

    Overall kerennn! Good job ce ini sama sekali gak gagal! Makasih sekali lagi udah buatin mereka ya ❤ Semoga gak kapok buat ff mrk lagi huhu tolong kibarkan terus bendera mereka ya 😘
    Oh ya setuju sama komen di atas, masalah ‘anuan’ di dalem mobil keinget drama my secret romance ya duh otakku makin liar 😂

    Thanks say lafyu ❤
    TERTANDA PERETAS CHUNGNIEL SHIPPER ❤

    Liked by 1 person

    • saya…. ga belajar dari mana2 kak. entahlah. saya jg khillaf kak nulis ginian hwhwhwhww ampuni daku…. maaf kak udah nistain kang daniel jd kayak begini… hahahhaa dan makasih ya syuda memperkenalkan chungniel sama sama YEY RISE CHUNGNIEL!!! ❤

      wah… makasih kak koreksinya.. tbh aku juga sempet agak bingung gimana penempatan kata2 pas utk kalimat itu… tp thanks ya utk koreksinya hehehe…

      pankapan kalau ada ide (yang tidak rated tentunya) tak tulisin mereka lagi deh hehehehehe 😀

      Like

      • etapi ce kumalah ketagihan ff rated chungniel sih….

        ((salah mereka kelewat cocok)) ((salah mereka pas meranin karakter begitu)) ((salahin otak juls yg kelewat kotor)) 😂😂😂

        Like

  4. A-Apa ini…

    Apa yang baru saja kubaca…

    Astaghfirullah /langsung berwudhu/ /bye/ /tapi gajadi bye karena komenannya belum faedah/

    CE YA AMPUN YA AMPUN CE /nari tortor/ AKU SUKA BANGET PLIS MAS DANIEL DAN MB CHUNGHA INGIN PINGSAN AKU

    GATAU MAU EKSPRESIINNYA GIMANA DONG POKOKNYA SUKA SAMA SEMUANYA DAN PLIS KEBAYANG BANGET CHUNGHA GELENDOTAN(?) KE DANIEL DAN DANIEL DENGAN BRUTALNYA BERBUAT NGANU(?) KEPADA CHUNGHA INI KENAPA

    Huhuhu suka banget, sementara aku di sini baru selesai membuat FF Fluffy Romance Chungha-Daniel dan terkejut karena perbedaan genre yang amat sangat (?)

    Aku nantikan FF selanjutnya ya Ce XD

    Liked by 1 person

    • ini juga kenapa kamu anak dibawah umur nyasar ke sini… /dibalang
      ya saya jg gatau mikir apa pas nulis ini…. serius ini nulisnya kek biasa aja pas aku baca ulang ulala efeknya dahsyat emang aku aja sampe kaget… maaf dyv but mereka berdua terlalu seksi dan terlalu slay jd ya yg ada di otakku kek gini ….

      thanks for coming dyvaaa

      Like

  5. CE AKU BACA INI LOH): UNTUNG PAGI BUKAN MALAM /LAH

    MATAKU TERNODAI OLEH CHUNGNIEL TAPI AKU SUKA YAAMPUN. HARUS KOMEN APA AKU YA. BINGUNG NGGAK BISA KOMEN PANJANG LEBAR. YANG PASTI KAMU BUAT AKU PANAS DINGIN:(

    Like

  6. dan saya bertanya-tanya, saya sudah boleh baca beginian belum sih? saya kan belum legal :’) /dibalang/

    Oke kakce, sebelumnya, bersyukur saya bacanya di pagi hari menjelang siang.

    dan saya baca ini jadi kepikiran drama suspicious partner (?) eh iya ga sih? ya pokoknya itu.

    permainan satu malam :’))

    TERIMAKASIH MAM, KAMU JAHAT TELAH MENCEMARI SAYA :’) 💔 panggilkan Guanlin 😥

    Like

  7. A EN JA A YE /plak

    INI APAAN WOI APAAAAAAA? ASTAGA PANAS DINGIN AKU BACANYA (meski aku gatau cungha ini siapa pfft)

    Btw bagian mobil kap kebuka itu whai aku jadi inget my secret romance kyaaa sanghoon oppa /salah lapak woi/ bodo ah ini kudu ada lanjutan deh kayanya pfft

    Kalo dongho jooeun ‘nganunya’ ga sadar kalo yg ini sadar pasti ucul entar ni /woi/ lanjot ce lanjot wakakakaka

    Like

  8. Pingback: [#1 Pick Me!] We Don’t Talk Anymore – Wanna-One Fanfiction Indonesia

  9. Pingback: WE DON’T TALK ANYMORE – MAGIC WORLD

  10. BODO AMAT AH DONNA TELAT KOMEN BODO AMAT HAHAHAHAHAHAHA MAAF BARU NINGGALIN JEJAK SEKARANG KARENA SEJATINYA ANTARA LUPA SAMA GERAH SETIAP BAYANGIN MUKA DANIEL HEHEHEHEHEHE ((lalu ditebas))

    “Desahan yang dikeluarkan Chungha menggelitik pendengaran Daniel, meningkatkan libido pemuda Kang itu hingga titik puncak.” < AKU NEXT YEAR BARU SWEET SEVENTEEN LOH KAK TAPI GETAU TETIBA OTAKKU BISA BAYANGIN GIMANA SERUNYA PERMAINAN MEREKA BERDUA HAHAHAHAHA ASYIQUE AKU KOMENNYA SAMBIL DENGERIN YEOLEOJWO JADINYA GABISA DIMATIIN INI CAPSNYA TOLOOOOONGGGG

    gabisa ngomong apa2 lagi selain "INIKAH PERSEMBAHANMU SETELAH MEMASUKI USIA LEGAL?" aku bole dong 2 tahun lagi bikin beginian sebagai simbol bahwa donna sudah legal HAHAHAHAHAHAHA ((ketawa saiko ala bapak jaehwan)).

    nice fic kak ficnya berhasil bikin panas adem yatuhan aku butuh larutan penyegar………………….

    ps; tunggu 2 tahun lagi aku bikin beginian tapi castnya guanlin nih uhuk kami sama2 sudah memasuki usia legal ehe. /pulang

    Like

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s