[Vignette] Swimming Fool

Processed with VSCO with c8 preset

SWIMMING FOOL

.

Slice-of-life || Vignette || Teen

.

Starring
ex-Produce 101 S2 (Yuehua Ent. Trainee) Justin Huang,
ninegust‘s OC Kim Seohyun

.

Mungkin ini yang dinamakan berkah dari suatu insiden.

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Suasana sekolah sudah sepi seraya malam perlahan menjelang. Sepi, bukan berarti seluruh warga sekolah telah pulang ke kediamannya masing-masing. Buktinya, kalau ditelusuri lebih lanjut, masih terdengar suara kecipak air yang rupanya berasal dari kolam renang sekolah. Seorang gadis kepang satu sedang duduk di tepi kolam sambil mengayunkan kaki ke dalam air.

Plum merah gadis itu mengerucut. Dalam hatinya terbentuk ribuan sungutan yang ditujukan pada sang guru olahraga. Well, begini mulanya. Gadis bernama Kim Seohyun itu takut air, oleh karena itu ia sengaja tak membawa perlengkapan renang saat pelajaran renang berlangsung. Ia menggunakan alasan sedang flu. Guru olahraga mengizinkannya absen, hanya saja ia diberi tugas tambahan untuk membereskan seluruh peralatan renang sekolah plus membersihkan lantai di sekeliling kolam.

Pekerjaan yang tak Seohyun sangka akan memakan waktu lama hingga malam tiba.

Lebih sialnya lagi, ia baru ingat kalau hari ini Donghyun sang kakak tak bisa mengantar pulang sebab harus berlatih bersama band-nya. Letih, mengantuk, dan harus pulang sendiri. Bukankah itu keadaan yang paling menyedihkan?

Seohyun kembali mengomel. Bahkan saking kesalnya ia sendiri pun tak tahu kali ini omelannya ditujukan pada siapa.

Pekerjaannya hampir selesai. Tinggal mengumpulkan papan pelampung gabus lalu meletakannya di ruangan samping kamar bilas. Setelah itu ia bisa pulang.

Merasa tak ada gunanya membuang-buang waktu hanya dengan bermain air sementara pekerjaan rumah lainnya menunggu, Seohyun pun bangkit berdiri. Dengan tenaga yang tersisa ia mulai mengumpulkan satu demi satu papan berwarna dominan pink tersebut.

Hampir semua papan terkumpul dan sudah ia dekap di dada. Oh, rupanya masih ada satu papan lagi yang mengapung di permukaan kolam. Tidak terlalu di tengah, tetapi cukup jauh dari pinggir kolam.

Seohyun terlebih dahulu menyimpan papan-papan yang ada dalam dekapannya. Kemudian setelah mempertimbangkan selama tiga puluh detik, ia pun memutuskan untuk mengambil papan yang mengapung tersebut.

Pertama, ia kembali duduk di tepi kolam, tetapi tungkainya ia julurkan sejauh yang ia bisa untuk menggapai papan. Sayangnya tungkainya kurang panjang dan ia tak dapat meraihnya. Seohyun mencoba cara tersebut berkali-kali, bergantian baik kaki kiri maupun kanan, tetapi hasilnya nihil. Papan tersebut masih mengapung naik turun seiring bergeraknya gelombang air, seolah mengejek Seohyun yang tak mampu meraihnya.

Gadis itu gemas dan tak mau menyerah begitu saja. Bangkit dari duduknya, ia pun mencoba dengan cara lain. Setengah bersujud di pinggir kolam dengan tangan yang ia ulurkan sejauh mungkin.

Berkali-kali mencoba menggapai, agaknya cara ini berhasil. Ujung jemarinya mulai bisa menyentuh papan pelampung tersebut. Seohyun memajukan posisi tungkainya sedikit demi sedikit, berharap agar itu membantu.

Tetapi semakin ia maju, semakin ia sadar bahwa posisinya semakin dekat ke kolam. Risiko untuk ia terjatuh makin besar. Menyadarinya, jantung Seohyun berdegup kencang.

Namun, ia tak mau menyerah begitu saja. Tidak di saat papan pelampung itu hampir mencapai genggamannya.

Hingga sesuatu yang di luar dugaan terjadi. Papan tersebut terdorong gelombang air ke depan, makin menjauh dari Seohyun. Posisi gadis itu yang sudah amat dekat dengan kolam dan ketidakseimbangannya membuat ia oleng.

Dan terjatuh ke dalam kolam.

Seohyun seketika panik. Paru-parunya bagai menciut hingga ia kesulitan bernapas. Rasa takutnya makin menjadi-jadi ketika telapak kakinya tak bisa menyentuh dasar kolam. Demi Tuhan, di kedalaman berapa ia terjatuh? Apakah ini lokasi yang paling dalam? Berapa kedalamannya? Tiga meter? Lima meter? Sepuluh meter?

Seohyun tak bisa berpikir jernih. Panik dan takut bercampur menjadi satu. Ia sama sekali tak bisa berenang, ditambah memori buruk masa kecilnya tentang kolam renang menambah runyam situasi. Oh, teringat pula fakta bahwa hari sudah malam dan bisa jadi tinggal ia satu-satunya warga sekolah yang tersisa – kecuali satpam gerbang yang tak akan beranjak dari posnya.

Sekuat tenaga Seohyun mencoba menyembulkan kepala ke permukaan demi mengisi paru-parunya yang sesak. Tetapi lama-kelamaan upaya tersebut makin sulit untuk dilakukan. Seohyun ingin menangis rasanya. Ya Tuhan, haruskah hidupku berakhir sekarang?

Hal terakhir yang sempat Seohyun dengar adalah suara sesuatu tercebur ke dalam air. Seohyun masih sempat berkomat-kamit minta tolong, sebelum pandangannya menggelap.

***

Sejatinya, Justin Huang sudah sampai di rumah pada jam seperti ini. Namun, ia sengaja memutuskan untuk tinggal beberapa saat. Untuk apa cepat-cepat pulang bila pada akhirnya yang ia temui di rumah adalah pertengkaran kedua orang tuanya. Masa bodoh dengan jam malam, toh berani taruhan kedua orang tuanya akan sibuk menghabiskan malam dengan adu mulut plus kata-kata pedas dengan frekuensi tinggi yang memekakkan telinga dibanding mencarinya.

Berenang adalah bentuk pelarian yang paling Justin sukai. Salahkan ibunya yang mengenalkannya pada kolam renang sejak usia dini, kini Justin tak bisa melewatkan satu minggu tanpa berenang setidaknya satu kali. Ia suka saat di mana ia melaju membelah air, kemudian air melingkupi seluruh tubuhnya, kemudian ia muncul ke permukaan dan mengibaskan rambutnya yang basah. Menurutnya, itu terlihat keren.

Lagi, air kolam yang dingin dapat menghilangkan stres serta memadamkan hati dan pikiran yang panas. Benar, ‘kan?

Itu sebabnya tinggi Justin menjulang dibandingkan teman-teman sebayanya.

Kali ini pun demikian. Ia memutuskan untuk memanfaatkan fasilitas kolam renang sekolah untuk beberapa saat sebelum pulang ke rumah. Ia butuh sarana untuk mendinginkan kepala serta perasaannya. Persetan dengan fakta bahwa besok ada ulangan kimia.

Dengan satu kali tarikan ia melepas kemeja seragamnya. Ia pun melepas celana seragam. Dengan hanya bermodalkan boxer untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, Justin melakukan beberapa peregangan singkat di tepi kolam agar tidak kram saat berenang kelak.

Saat itulah sebuah teriakan yang melengking mengambil alih atensinya.

Justin mengedarkan pandangan, menyapu setiap sudut area renang tersebut dengan irisnya. Kemudian ia melihat di ujung kolam yang jauh darinya tangan yang melambai-lambai serta puncak kepala yang timbul-tenggelam-timbul-tenggelam. Meski tanpa suara, Justin paham bahwa entah siapa yang melambaikan tangan tersebut membutuhkan pertolongannya.

Dengan sigap Justin berlari lantas pada distansi tertentu menceburkan dirinya ke dalam kolam.

Gadis yang ia kenal sebagai Kim Seohyun, teman sekelasnya itulah yang rupanya meminta tolong. Justin segera menarik gadis yang kini ia yakini sudah kehilangan kesadaran itu ke tepi kolam. Lengan Seohyun dilingkarkannya ke leher, sementara sebelah tangan Justin bergerak untuk membawa dirinya serta tubuh gadis itu ke samping. Setelah sampai, cepat-cepat dibaringkannya Seohyun di lantai tepi kolam renang.

Wajah gadis itu sangat pucat. Bahkan bibirnya mulai membiru. Justin tahu bahwa temannya itu tidak bisa berenang, dan itu membuatnya bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga Seohyun sampai masuk ke kolam renang hingga hampir tenggelam. Justin mengira-ngira apa yang akan terjadi seandainya ia tidak datang, dan itu membuatnya bergidik ngeri.

Sempat menjadi anggota di salah satu klub renang membuat Justin tahu apa yang harus dilakukan seandainya seseorang tenggelam dan kehilangan kesadaran. CPR. Dengan kuat ia menggunakan telapak tangannya untuk menekan kuat-kuat dada Seohyun. Harapannya, air yang mungkin sempat masuk ke tenggorokan gadis itu akan keluar dan tidak menghalangi jalur pernapasannya. Belum cukup, Justin menjepit lubang hidung Seohyun dengan jari, kemudian menempelkan mulutnya pada mulut gadis itu, memberi napas buatan. Hal itu dilakukannua berulang-ulang seraya dalam hati ia berdoa agar gadis itu cepat sadar.

Berhasil! Beberapa saat kemudian Seohyun terbatuk-batuk kuat dan air keluar dari mulutnya.

“Hei, Kim Seohyun!” ujar Justin masih dengan raut khawatir. “Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?”

Masih dengan posisi berbaring Seohyun menolehkan kepalanya perlahan. “Justin-ah, sejak kapan kau – “

“Kau membuatku khawatir, tahu?!” Justin hampir frustrasi. “Coba bayangkan seandainya aku tidak datang. Apa kau masih selamat kalau menunggu besok pagi?! Kau ini tidak bisa berenang! Mengapa tidak hati-hati dan sampai terjatuh ke dalam kolam?!”

Gadis dengan surai yang basah dan acak-acakan itu tidak menjawab. Ia hanya berusaha untuk duduk – dibantu oleh Justin tentunya – kemudian menyunggingkan senyum tipis. “Thanks, Huang Justin.”

Justin pun tak bisa memberi respons apapun selain membalas senyumannya.

Kedua insan itu berdiri. Seohyun langsung berbalik dan berjalan meninggalkan Justin. Pemuda itu memerhatikan pakaian olahraga sang gadis yang basah total, bahkan samar-samar bra putihnya terlihat dari belakang. Justin menggelengkan kepala. Ia tidak bisa membiarkan gadis itu pulang dalam keadaan seperti ini.

“Seohyun-ah!”

Kim Seohyun berbalik, lantas melemparkan tatapan tanda tanya ke arahnya. Dengan isyarat tangan Justin meminta Seohyun untuk mengikutinya.

Justin mengeluarkan setelan seragam olahraganya pada Seohyun.

“Nih, pakai. Kau tak mungkin pulang dengan baju basah seperti itu, ‘kan?”

Seohyun meraih seragam yang disodorkan tersebut. “Thanks,” ucapnya dengan senyum.

“Hmm. Kutunggu kau di luar area renang, oke? Cepat bersihkan dirimu!”

***

Seohyun tak bisa berhenti tersenyum ketika memikirkan momen-momen berharga yang baru saja ia lalui. Ia tak menyangka kecelakaan yang ia kira akan merenggut nyawa tersebut berakhir manis. Justin Huang datang untuk menolongnya. Well, meski ia tidak melihat jelas bagaimana rupa pria yang ia sukai itu saat datang untuk mengangkatnya dari air, tetapi imajinasi yang terbentuk di benak Seohyun menggambarkan bahwa Justin terlihat sangat keren.

Bahkan tadi Seohyun harus berulang kali menahan diri agar tidak melulu memperhatikan garis-garis yang membentuk dada dan perut pemuda itu dengan jelasnya. Belum lagi rambut pirang yang basah itu membuat Justin terlihat amat tampan.

Aaaaaaaa!!!” Seohyun berteriak sendiri di kamar bilas wanita, akibat hatinya yang berbunga-bunga.

Tunggu sebentar. Tadi ia sempat kehilangan kesadaran. Apa yang Justin lakukan sampai kesadarannya kembali? CPR?

Seohyun menelan ludah. Kalau benar begitu, berarti Justin memberi napas buatan untuknya? Dengan kata lain, bibir mereka bersentuhan?!

Cepat-cepat Seohyun menyentuh labiumnya dengan jari seraya dwimaniknya membulat. Omo!

Bersyukurlah karena Justin tidak berada di sini sekarang atau ia akan melihat dengan jelas semburat merah di tulang pipi gadis Kim itu.

Acara bilas selesai. Seohyun mengeringkan diri dengan handuk yang tersedia, lantas pandangannya tertumbuk pada seragam olahraga Justin yang tergantung. Kedua sudut bibir Seohyun terangkat. Hari ini ia diberi kesempatan untuk memakai seragam pria yang ia taksir. Bukankah itu sebuah kehormatan?

Seperti yang bisa diperkirakan, Seohyun tenggelam dalam seragam tersebut. Terang saja, perbedaan tinggi mereka cukup jauh. Meski demikian Seohyun tidak mengeluh. Justru sebaliknya, layaknya seorang putri ia malah berputar-putar di tempat. Seragam olahraga Justin Huang wangi, tak seperti aroma lelaki pada umumnya, dan nyaman dipakai.

Teringat akan Justin yang menunggunya, Seohyun cepat-cepat membereskan perlengkapannya dan segera keluar. Surai hitamnya hanya ia biarkan terurai, disisir dengan tangan seadanya. Di luar, rupanya lelaki Huang itu telah menunggu sambil bersandar pada dinding dan bermain ponsel.

Tak bisa disangkal bahwa dengan seragam sekolah yang agak berantakan serta rambut pirang yang basah Justin Huang terlihat tampan. Oh, pemuda itu memang tampan dalam segala situasi.

“Oh, sudah selesai?” Justin memasukkan ponselnya dalam saku celana. Kemudian ia melemparkan jaket hitam tepat ke arah Seohyun.

“Pakai. Di luar sangat dingin.”

Seohyun menatap jaket yang ada dalam genggamannya untuk beberapa detik. Lantas ide jenakanya muncul. “Pakaikan,” ujarnya.

Justin mengangkat alis, seakan mempertanyakan ucapan Seohyun. Sementara gadis itu hanya memasang cengiran lebar.

Akhirnya Justin pun menghampiri Seohyun. Bagaikan mengenakan baju untuk seorang adik kecil, ia memasang jaket itu di tubuh Seohyun, bahkan membantu mengancingkan hingga di paling atas. Belum cukup, lelaki itu menyampirkan hoodie dan menarik talinya hingga hoodie itu menjepit erat wajah Seohyun.

“Sudah,” Justin tersenyum geli. “Ayo, pulang. Rumahmu di mana? Aku akan mengantarmu.”

Demi petikan gitar sang kakak yang selalu membuatnya tidur nyenyak, seseorang tolong kendalikan detak jantung, kurva gembira, serta rona merah Kim Seohyun!

 

-fin-

A/N

Heyy tiaaa… Thanks utk minjemin Seo ya hahaha walau maaf kalau ini jatohnya jadi OOC gini hwhwhhww… Janjiku ke kamu masih ada satu lagi ya tunggu saja :*

Anyway, mind to review? 🙂

Advertisements

5 thoughts on “[Vignette] Swimming Fool

  1. TIDAKKKKKKK GILA KAK GABISA AKU DARI AWAL GABISA BERHENTI SENYUM SENYUM SENDIRI YAALLAH

    SUMPAH INI BENER BENER YA YAAMPUN, AKU YANG BUKAN SEOHYUN AJA JADI KEPIKIRAN MULU KALO MISALNYA AKU DICIUM…….

    JUSTIN HUANG HEOL?!

    GILA?!

    JEONGMAL JINJJA WANJEON RYEOL HEOL, INI GAK OOC KAK DAN SETERUSNYA AKU BAKAL BILANG KALO DIA INI TAKUT AIR WKWKWKKWKW TENGS KAKGE UDAH NGASIH FIC YANG ADUHAI MANIS SEKALI:’). AKU SAYANG KAKGE AAAAAAAAAA JUSTIN X SEOHYUN SINI MERAPAT KYAAAAAAA

    Liked by 2 people

    • hihihihihi kan sudah kuingatkan sebelumnya kamu bakalan baper baca ini wakakakaka XD thanks ya udah minjemin mbaseo ya ya jadi saya menunggu debut resminya dari kreator seo ini wakakakaka langgeng sama justin ya mba semoga cintanya cpt dinotis justin jgn jadi crush doang XD

      Liked by 1 person

  2. AAAAAAAAAAAAAA

    DEMIII

    DEMIIIII

    ternyata oh ternyata—dikau minta rekomen judul tuh ternyata buat ini ya kak? AJAJAKKAKAHSJAJAJAKAKS JUSTIN HUANG KENAPA BISA DIGERET DARI JAJARAN PARA MANTAN AAAAAKKKKK DEK GABISA BAYANGIN RAMBUT PIRANGMU YANG BASAH UNCH PENGEN KU UNYEL2 RASANYA😆😆😆

    “Bahkan tadi Seohyun harus berulang kali menahan diri agar tidak melulu memperhatikan garis-garis yang membentuk dada dan perut pemuda itu dengan jelasnya. Belum lagi rambut pirang yang basah itu membuat Justin terlihat amat tampan.” YASH INI VISUALISASI SAYA BANGET WAKTU BAYANGIN JUSTIN NYEMPLUNG KE KOLAM RENANG KAK.

    Dan tolong itu kim donghyun bisa jitak adeknya ya, suka modus emang ugh saya jeles :-)))))

    Liked by 1 person

    • wkaakakkaak iya cinta buat ini hahahaha thanks utk usulan judulnya yhaa XD GATAU DIA MINTA DITULISIN BANGET YAWALAH AKU KANGEN SAMA KEIMUTAN YET KESEKSIAN(?) DIA HAHAHAHAHAHA
      Iya saya jg bayanginnya dia kalo nyemplung ke kolam kek gini don otoke….

      makasih wes mampir :*

      Like

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s