[Ficlet] First Encounter

moodneighbor

FIRST ENCOUNTER

.

Slice-of-life || Ficlet || General

.

Starring
APink’s Hayoung, Day6’s Dowoon

.

“Kita punya tetangga baru?”

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot. Big thanks to Dyvictory for the moodboard

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Satu kilogram telur yang terbungkus dalam kantong kresek putih pada jinjingan masih menjadi pokok pikiran Oh Hayoung sementara dengan agak sedikit tergesa-gesa ia mengekori wanita blus kuning yang berjalan beberapa meter di depannya. Satu sisi Hayoung harus gerak cepat agar tidak kehilangan jejak dari gadis itu; di sisi lain ia harus berhati-hati agar telur-telurnya tidak pecah akibat saling berbenturan.

Beberapa menit yang lalu, Hayoung yang bermaksud membayar belanjaannya di kasir supermarket mengantri di belakang wanita tersebut yang memang sedang melakukan transaksi. Ketika Hayoung meletakkan keranjang belanjaannya di meja kasir, pandangannya tertumbuk pada sebuah bungkusan putih di pojok meja. Rupanya itu adalah seplastik telur yang tertinggal dari belanjaan si gadis. Hayoung menyelesaikan transaksinya sesegera mungkin, lantas bergegas mengejar wanita tersebut.

Sebuah sungutan kecil lolos dari bibir Hayoung ketika menyadari bahwa wanita itu lebih memilih untuk menggunakan tangga manual daripada lift. Oh, ayolah. Sadar atau tidak, ia membuat segala sesuatu lebih rumit. Bukankah akan lebih baik dan lebih mudah bila mereka bertemu di lift dan Hayoung langsung memberikan bungkusannya yang tertinggal?

Padahal, sudah syukur Hayoung masih punya hati mulia untuk mengembalikan telur-telur tersebut. Lumayan, kan, seandainya Hayoung membawa bungkusan itu pulang untuk ia nikmati sendiri?

Terlalu sibuk mengomel dalam hati membuat gadis itu tak menyadari bahwa kini ia telah berada di tingkat empat gedung apartemennya. Wanita yang ia ekori mengambil jalan ke samping, tak lagi lanjut meniti anak tangga tingkat berikutnya.

Barulah Hayoung sadar bahwa wanita ini berjalan melalui jalur yang sama bila ia hendak pulang ke unit apartemennya.

Sebersit keterkejutan gadis Oh itu muncul ketika mengetahui bahwa ternyata wanita itu masuk ke unit apartemen di samping unitnya. Hayoung menyunggingkan senyum. Apakah ini berarti mereka bertetangga?

Dengan perlahan Hayoung menekan bel pintu apartemen unit 4012 tersebut.

Pintu terbuka, dan di luar dugaannya justru seorang pria yang menyambut.

Meski matanya memancarkan sorot tanda tanya, tetapi kurva ramah yang tersungging di bibir pemuda itu membuat Hayoung gugup.

“Ah, ini.” Hayoung buru-buru mengacungkan kantong kresek putih jinjingannya. “Sepertinya seseorang yang tinggal di rumahmu meninggalkan ini di kasir supermarket.”

Pemuda itu melihat sekilas isi kantong tersebut, kemudian menyahut, “Oh, pasti kakakku. Terima kasih, ya.”

Hayoung membungkukkan badan. “Omong-omong, aku baru tahu kalau kita bertetangga?”

“Kau tinggal di sebelah rumah?”

“Ya.” Gadis itu mengangguk. “Sejak minggu lalu.”

“Ah …. Semoga kau betah.”

Keduanya sama-sama memberi salam perpisahan sebelum Hayoung berjalan beberapa langkah ke unit sebelah untuk kembali ke kediamannya.

Saat gambaran akan senyum pemuda itu kembali muncul di benaknya, dara Oh itu tak dapat menahan diri untuk tak ikut tersenyum.

***

Dowoon menutup pintu apartemennya, lantas berjalan menuju ruamg makan dan menaruh bungkusan telur tersebut di atas meja makan.

“Kak, sepertinya belanjaanmu ada yang tertinggal di supermarket. Seseorang baru saja mengantarnya tadi,” seru Dowoon dengan suara baritonnya.

Tak ada sahutan yang terdengar dari kamar dengan pintu tertutup itu. Dowoon tak ambil pusing. Ia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Tetapi ketika dua sekon kemudian ia melihat Doya, si bungsu, baru saja keluar dari kamar mandi dan masih siinuk mengeringkan rambut dengan handuk, langkah pemuda itu terhenti.

“Doya-ya,” ujar Dowoon. “Kita punya tetangga baru?”

“Hmm,” sahut Doya. “Namanya Kak Hayoung. Oh Hayoung, lengkapnya. Ingat saat aku bilang kita mendapat sekotak es krim green tea? Nah, itu adalah pemberiannya.”

“Ah ….” Dowoon mengangguk.

“Kenapa memangnya, Kak?”

Hanya sebuah gelengan kepala yang Dowoon berikan sebagai respons. Namun, sejujurnya, senyum manis serta aura imut gadis itu masih lekat dalam benak Dowoon, dan mengusik dirinya untuk berkenalan dengan gadis itu lebih lanjut.

 

-fin-

A/N

Setelah sedikit struggling menemukan kapel yang cocok untuk Dowoon, akhirnya pilihanku jatuh pada mbak Hayoung. Hahaha.. entah kenapa waktu nonton dia di Victon Born Identity tuh gemes banget sama tingkah dia. Imut plus nyenengin banget! ^^

Both of them are maknae in their own group, both of them have their own cuteness. Hahaha.. udah gitu umurnya nggak jauh banget. Meski mereka belum punya momen, tapi, entahlah. I decided to ship them 😀

Anyway, mind to review? 🙂

Advertisements

8 thoughts on “[Ficlet] First Encounter

  1. Aduh aduh seperti biasa Ce dengan FFnya yang lucu dan gemas ingin aku uyel-uyel :’)
    KYOOT BANGEEEET aku tida sabar tahap selanjutnya dari mereka bagaimana ya hmm;))
    Ini soalnya aku merasakan ada sarang-sarang(?) di udara gitu ‘kan~
    Heuheuheu lalu tanpa kusadari malah senyum-senyum sendiri…
    Nice shot, Ce!

    Liked by 1 person

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s