[SECRET’s SERIES] Save My Heart (Fluff Version)

gxchoxpie___save-my-heart-copy

SAVE MY HEART

.

Fluff, School-life, Romance || Ficlet || Teen

.

Starring
Wanna-One’s Park Jihoon, OC’s Gracia Kim
(mentioned!) another SECRET’s Members

.

“내 마음 속에 저장!” (Nae Maeum Soge Jeojang!)
“Please save my heart!” –Park Jihoon

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

Specially made to celebrate Jihoon’s 19th (Korean age) b’day

.

I own the plot and the OC. Poster by #ChocoYeppeo

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Sejujurnya, kalau bukan karena perintah dari Mark Lee sang ketua organisasi yang perintahnya tak dapat dilawan, Gracia tak akan menghabiskan sore hari untuk mampir sejenak ke gedung salah satu rumah sakit terkenal di kotanya. Park Jihoon sedang menjalani opname dan tak bisa mengikuti rapat pembahasan acara penerimaan siswa baru, maka dari itu Gracia didapuk menjadi kurir untuk mengantarkan hasil rapat pada rekannya tersebut. Bukannya apa-apa, masalahnya demi formalitas hasil rapat tersebut harus ditandatangani oleh Jihoon sebelum diserahkan pada Kepala Sekolah, menandakan bahwa semua anggota mengetahui dan setuju atas keputusan yang telah dibuat. Well, sebenarnya bisa saja anggota SECRET lain yang notabene memiliki kendaraan pribadi diutus untuk menemui sekaligus menjenguk Jihoon, tetapi Ketua Mark Lee dengan segala ketegasannya meminta Gracia yang mengunjungi Jihoon, dan sialnya disetujui oleh anggota lain. Alasannya? Hanya karena mereka merasa Gracialah yang paling dekat dengan Jihoon.

Padahal tadinya sore ini ia sudah punya rencana; karaoke bersama Sejeong dan Lami, dua saudara kandungnya. Terpaksa Gracia membatalkan acara tersebut, dan berani taruhan mereka sedang menggila serta heboh berteriak di dalam ruangan ukuran 2 x 2 meter tersebut, ditemani dengan belasan kaleng minuman soda. Berterimakasihlah karena Lami masih di bawah umur. Mungkin akan tiba saatnya kaleng-kaleng soda itu akan digantikan dengan botol-botol alkohol.

Huft …. Gracia mendengus. Kau betul-betul merepotkan, Jihoon-ah ….

Namun, meskipun disisipi dengan gerutuan dan keluhan dalam hati, pada akhirnya gadis Kim itu melaksanakan perintah dari sang ketua. Entah efek ia melamun sepanjang perjalanan, tahu-tahu taksi yang ia tumpangi telah sampai di rumah sakit tempat Jihoon dirawat.

Atas informasi ruangan dari Jung Subin, Gracia melangkahkan kakinya menuju ruangan Jihoon.

Lantai lima. Ruang 504.

Memastikan bahwa sang pasien masih ada di dalam – well, tidak lucu kalau ia telah sampai di sini dan ternyata Jihoon sudah pulang ke rumah – Gracia pun mengetuk pintu kamar tiga kali sebelum melangkah masuk.

Di dalam dwimanik Jihoon sedang terfokus menatap layar kaca yang berjarak beberapa meter dan sejajar dengan arah pandangnya.

“Aku baru tahu kau suka menonton kartun,” adalah kalimat pertama yang diucapkan Gracia.

Jihoon menoleh, lantas mengukir senyum saat menyadari siapa yang sedang mampir. “Hai, Gracia!”

“Hentikan. Bahasa inggrismu terdengar aneh. Panggil saja aku Hyunhee seperti biasa.”

Pemuda itu tak menghiraukan perkataan terakhir Gracia. Menggunakan remote untuk mematikan televisi, lantas ia merubah posisi duduk demi menghadap sang gadis. “Ada apa kemari? Mengapa tidak bilang-bilang?”

“Perintah Mark Lee,” sahut Gracia sambil meletakkan map berisi print-out hasil rapat di pangkuan Jihoon. “Tentang mengapa aku tak menghubingi, maaf. Ponselku habis baterai.”

“Ah …. Kalau bukan karena disuruh Mark, kau tak akan mampir kemari? Hei, sahabatmu didiagnosis lemah jantung, tahu?!”

“Pasti aku akan berkunjung, hanya tidak hari ini. Perlu kau tahu, hari ini aku sampai harus membatalkan acara karaokeku dengan Kak Sejeong dan Lami.”

Jihoon mengerucutkan bibir, pura-pura menunjukkan ekspresi kecewa. Namun, ketika melihat gadis Kim di sampingnya tak menunjukkan perubahan ekspresi yang berarti, ia memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan. “Jadi, dimana aku harus tanda tangan?”

Gracia menunjukkan sebuah kolom kosong dengan pulpen hitam, kemudian memberikan pulpen itu untuk digunakan oleh Jihoon.

Done,” ujar lelaki Park itu seraya menyerahkan kembali map pada Gracia. “Kau mau pulang sekarang?”

Di luar ekspetasinya, gadis Kim itu menggeleng.

“Kak Sejeong dan Lami pasti masih di tempat karaoke. Eomma dan Appa masih di luar kota. Kalau aku pulang, aku pasti sendirian.”

“Butuh kutemani?”

“Jangan bercanda,” tukas Gracia sembari memukul lengan Jihoon. “Bagaimana mungkin kau yang masih dirawat di rumah sakit menemaniku di rumah?”

“Hei, aku ‘kan belum selesai bicara, Nona,” balas Jihoon sambil tersenyum. “Maksudku adalah menemanimu di sini. Bagaimana?”

Meski gadis itu tak menyahut, tetapi kurva yang kini terukir di bibirnya seolah menjadi jawabannya. Terlebih lagi ketika tanpa diminta Gracia duduk di kursi penunggu pasien, tepat di sebelah tempat tidur Jihoon.

“Jihoon-ah, omong-omong aku baru tahu kau bisa terkena lemah jantung. Apa itu penyakit turunan?”

“Ini salahmu, Nona.”

Gracia buru-buru mendelik. “Eh? Kenapa?”

“Kau tak tahu kalau setiap aku melihatmu tersenyum, jantungku berdebar tak keruan rasanya?”

Mwoya ….”

“Eh, serius!” Jihoon tak mau kalah. “Senyummu itu manis, semanis kedipan mataku.”

“Ya, dan berkat wink-mu itu kau dinobatkan menjadi kakak senior paling populer dalam acara penerimaan siswa baru tahun lalu. Ingat?”

Jihoon hanya tertawa kecil.

“Kau belum menjawab pertanyaanku,” ucap Gracia. “Penyakitmu itu turunan?”

“Hmm …. Ya. Kakekku punya riwayat penyakit jantung. Bahkan beliau meninggal karena penyakit jantung. Dan sepertinya itu menurun padaku. Hei, hei, hei … tenang. Aku tak separah itu, kok!” Jihoon buru-buru mengubah nada bicaranya saat melihat perubahan ekspresi sang lawan bicara. “Aku hanya perlu mengatur kegiatanku, jangan sampai aku terlalu lelah hingga kondisi drop. Meskipun ini agak sulit dilakukan mengingat aku yang sangat aktif bagai kutu loncat.”

Gracia terdiam beberapa saat sambil memainkan buku jarinya.

Well, sejujurnya aku agak kaget mendengarmu pingsan saat main basket beberapa waktu itu. Dan … khawatir.”

Pengakuan Gracia barusan mau tak mau membuat Jihoon tersenyum. “Kalau begitu, apa setiap hari aku harus jatuh sakit agar bisa mendapat perhatian seorang Kim Hyunhee?”

Ya!” Gracia menghadiahi pria itu sebuah pukulan cukup keras di paha dan membuatnya mengaduh.

“Omong-omong, Jihoon-ah, penyakitmu itu bisa ddisembuhkan? Apakah ada obatnya?”

Jihoon menengadahkan kepala serta memasang ekspresi berpikir keras di wajahnya. “Ehm, sayangnya tidak ada. Tetapi yang kudengar dari dokter yang merawatku, gejala penyakit ini bisa dicegah.”

“Oh, ya?” Dwimanik Gracia berbinar. “Bagaimana caranya?”

“Dengan mendapatkan kasih sayang dari orang yang kau cintai. Jadi, nona, kalau kau tak ingin khawatir lagi dengan penyakitku, bagaimana kalau kau menjadi kekasihku sekarang? Siapa tahu perlahan penyakitku bisa sembuh dengan adanya kau di sisiku.”

Gracia tergugu, dan seketika kepalanya tertunduk. Ia tak menyangka bahwa sahabat masa kecilnya tahu-tahu akan mengucapkan kalimat yang menggetarkan hati seperti itu. Dan herannya, Jihoon mengucapkannya bagai tanpa beban apapun.

Sebentar. Perasaan apa ini? Mengapa perut Gracia mendadak terasa mual bagai ada jutaan kupu-kupu dalam lambungnya? Mengapa jantungnya mendadak berdegup begitu cepat dan keras seperti ini? Hentikan! Bagaimana kalau Jihoon mendengarnya?

“Jihoon-ah ….

“Hmm?”

Gracia tak berani mengangkat kepala. Ia hanya berani melemparkan tatapan pada pemuda itu.

“Penyakitmu itu menular? Karena sepertinya sekarang jantung serta hatiku yang malang berulah karenamu. Bisakah kau menyelamatkannya?”

 

-fin-

A/N

Aaaaa I’m really bad at making pick-up line hwhwhwhw ini yang awalnya mau gombal2an malah jadi receh tanpa feel gini… Thanks God aku diciptakan sebagai cewe jadi ga usah bikin gombal2an, tugasku hanya nerima gombalan aja #abaikan

Entah kenapa kali ini pengen bawain Jihoon as cowo tukang gombal … Ngeliat dia senyum aja udah bisa bikin diabetes saking manisnya apalagi kalau menggombal. Unch!

Anyway, happy birthday to my first (and I hope only) bias in Produce 101, PARK JIHOON! ❤ ❤ ❤ Always do your best, may all the blessing go towards you. Semoga makin bisa menunjukkan talenta demi talentamu, jangan rendah diri, tetap menjadi Jihoon yang ceria AND LET’S BE THE TOP11! Always love you, dear ❤ ❤

output-R6lsHT-2230-1494929578

(iye iye mas aku udah nyimpen kamu di hatiku kok)

Advertisements

11 thoughts on “[SECRET’s SERIES] Save My Heart (Fluff Version)

  1. IH JIHOON GOMBAL MULU DAH!!!
    Yeokshi, Kace mah dabest kalo suruh bikin fluff kaya gini. Intinya aku baper, Kak!
    Kyaaaaa andai aja ada satu cowo cem gini di sekitarku. Hm 🤔
    Nice fict and keep writing, Kace ^^

    Liked by 1 person

  2. HUAAAAAAAAA
    SEKETIKA LAMBUNGKU MELEDAK KARENA ADA BANYAK KUPU-KUPU KYAAAAAAAA KAKCE BERIKAN JIHOON JURUS SERIBU BAYANGAN DAN SALAH SATUNYA JADI PENDAMPING HIDUPKU KYAAAA ((pulangdon))
    bener banget, keimutan jihoon emang enggak bisa ditepis lagi deh, kemana2 takis aja orang2 yang berani musuhin kamu pake wink andalan kyaaaa.

    NAE MAEUM SEOGE JEOJANG!
    nice fic kakcee! keep writing dan salam jinjja yerobun!

    Liked by 1 person

    • wakakakak lambung kamu angencana? wkwkwkwwk jangan begitu nanti kamu tak bisa mencerna makanan pas diajak dating sama seonho #abaikan
      nanti saya fotokopi jihoon utk kamu mau? tapi yg asli ttp buat saya

      makasih sayy sudah mampir hahahaha

      Like

  3. SEBELUMNYA, MAAF KAKCE, AKU LAGI MAMPIR.. YA ALLAH.. BENERAN MAAF. kemaren mau mampir sinyale jelek bener sumpaa kak. Pas sinyalnya bagus e malah lupa.. Hihi. Ga sengaja kak, serius. Jan marah ya mam :’) aku sayang kamu ❤❤❤

    “Penyakitmu itu menular? Karena sepertinya sekarang jantung serta hatiku yang malang berulah karenamu. Bisakah kau menyelamatkannya?” – sumpaa ini, balesan gracia yang paling nedang(?). Jadi ini mereka wis jadian gitu kak? Waaaa selamat :)) ❤❤❤

    Suka suka suka ❤❤❤ kak tulisin guanlin or daniel :v keep writing kakce ❤❤❤

    Liked by 1 person

    • nyantai aja dipoy sayang wakakakkakaa aku mah selalu setia menunggumu yaaa 😀
      gatau tah jadian apa ga ya yg pasti suka sama suka iya cuma gatau mau lanjut apa ga nih kreatornya galau wkwkwkkwwk
      guaniel nyusul ya hihihi makasih udah mampir sayyy

      Like

  4. INI YA
    APA-APAAN INI
    YA TAU KAMU GANTENG DAN MENAWAN MZ TAPI GOMBALMU ITU LOH
    AKU SERASA INGIN MENGUYEL-UYELMU LALU MEMBUANGMU KE TONG SAMPAH ((yha jangan dongs))
    MB GRACIANYA UDAH SIAP BANGET NIH Y DILAMAR MZ JIHOON UDAH IKUT-IKUTAN “SAKIT” SOALNYA :’)
    AKH FIC INI LUCU SEKALI
    Gemas HUHUHUHUHUHU SAVE MY HEART

    Liked by 1 person

    • dia kek kurang puas ngewink sama senyum kudu banget pake gombal ya dyv ya kita kan jadi baper ya… diabetes langsung unch
      Jangan dibuang tempat sampah nanti winkdeep kagak ada jihoon jadi apa? (ya terus kenapa?)
      mba gracia sudah siap sakit bareng nemenin jihoonie unch
      makasih udah mampir saayy

      Liked by 1 person

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s