[Ficlet] Pangeran Bertisu Putih

pangeran-bertisu-putih.jpg

PANGERAN BERTISU PUTIH

.

Slice-of-life, Romance, Fluff || Ficlet || General

.

Starring
Lovelyz’s Yein, BTS’ Jungkook
with
Pentagon’s Wooseok

.

Inspired from
Ah-Choo by Lovelyz

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot. Credit poster to Thejibooty @ Poster Channel

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

AH-CHOO!”

Suara bersin yang menggelegar di ruang keluarga apartemen tersebut terbilang cukup besar untuk ukuran seorang gadis. Bahkan dapat membuat kembarannya yang sedang asyik bermain gim di iPad terlonjak karena kaget. Sambil merutuk dalam hati, dara beridentitas asli Jung Yein tersebut mengambil tisu dari kotak di atas meja, lalu membuang ingus dengan sembarangan. Kembali dengan suara yang mengusik pendengaran.

Ya!” Wooseok, kembaran sang gadis, tampak sudah tak tahan. Ia bahkan rela untuk menjeda permainannya karena ulah Yein. “Kalau buang ingus itu jangan sembarangan!”

Yein mengacungkan tisu bekasnya, seolah berkata Aku tidak buang ingus sembarangan, kok! Aku membuangnya di atas tisu!

Saat itulah Wooseok menyadari gadis itu sudah berpakaian lengkap dan rapi. Bahkan overcoat biru muda sudah tersampir dengan baik, memberi kesan bahwa Yein siap bertempur melawan cuaca dingin di luar. Berbanding 180 derajat dengannya yang masih bersantai dengan kaus oblong dan celana pendek.

“Mau ke mana pagi-pagi?” tanya Wooseok. “Udara di luar sangat dingin. Flumu akan tambah parah. Tak bisakah kau beristirahat di rumah? Nanti kau akan menyebarkan virus flu pada semua orang!”

“Aku juga inginnya begitu, Wooseok-ah,” balas Yein dengan suara agak serak. “Namun apa dayaku? Aku ada jadwal kuliah dengan Profesor Kang pagi ini.”

Okay, I get it. Bawa tisu yang banyak! Karena hidungmu akan menjadi aliran sungai kalau sedang flu.”

Yein mendecakkan lidah. “Ckckck. Aku tidak separah itu. Thanks for reminding, but I’ve brought enough tissues in my bag.”

“Baiklah. Selamat menikmati kuliahmu. Hati-hati di jalan, ya! Hubungi aku kalau kau butuh jemputan! Semoga harimu menyenangkan!”

***

Cih. Menyenangkan apanya …?”

Raut kesal jelas terpancar dari wajah Yein seraya ia mendudukkan bokong di salah satu bangku kafetaria kampus. Kalimat terakhir yang Wooseok ucapkan sebelum gadis itu beranjak dari apartemen kembali terngiang, dan sekarang besar hasratnya untuk mengejek balik kata-kata kembarannya tersebut, karena kenyataannya, yang ia alami sekarang jauh dari frasa menyenangkan.

Sekitar lima belas menit yang lalu Yein baru mendapat info dari rekan sekelasnya bahwa sang Profesor menyebalkan tahu-tahu mengundur jam kuliahnya, menjadi satu setengah jam lebih lama dari waktu seharusnya. Saat info itu sampai pada Yein, ia telah berada di lingkungan kampus. Sialnya, Yein tak membawa alternatif pekerjaan lagi untuk membunuh waktu, dan ia akan menjadi pengangguran untuk satu setengah jam ke depan.

Menunggu itu membosankan, omong-omong.

Itu sebabnya ia memutuskan untuk membeli satu cup iced chocolate, walau ia yakin bila sampai Wooseok tahu, kembarannya itu akan memarahinya habis-habisan, terkait dengan flu beratnya.

Masa bodoh. Yang penting kekesalannya harus diredakan terlebih dahulu.

Dwimanik gadis itu sekonyong-konyong membola ketika ia menangkap bayangan sesosok pria yang duduk di meja seberang, persis menghadap ke arahnya. Sesosok pria jangkung, bahu lebar dan dada bidang, terlihat sedang mengatur posisi tempat duduk teman-temannya. Ketika kawan-kawannya berbicara, ia diam mendengarkan, dengan pose yang terlihat berkharisma. Tangan menopang dagu, kepala yang terangguk memahami celotehan rekan-rekannya.

Entah sudah berapa lama netra Yein berlabuh pada sosok Jeon Jungkook, sang kakak kelas gang duduk di bangku seberang, ketika untuk beberapa sekon pandangan mereka bersirobok. Yein terkesiap. Meski itu hanya sebuah unsur ketidaksengajaan, namun tatapan lurus Jeon Jungkook bagai berhasil menilik seluruh isi hati Yein yang terdalam sekalipun, dan itu berbahaya.

Bahkan di tengah momen krusial tersebut, sang kakak kelas masih sempat mengangkat sebelah sudut bibirnya.

Yein cepat-cepat mengalihkan pandangan, sebelum jantungnya meledak karena berdegup terlalu keras.

Saat itulah Yein merasa hidungnya kembali gatal. Oh tidak, ini bahaya. Ia tak boleh bersin di sini atau tidak ia akan –

“AH-CHOO!”

–menghancurkan penampilannya.

Yein seketika memberengut. Flu sialan. Bersinnya yang menggelegar tentu akan menjadi blackhole bagi dirinya yang selama ini dikenal sebagai gadis lemah lembut. Siapa sangka dara yang terlihat kalem ternyata menpunyai suara bersin yang keras?

Yein sudah tak punya keberanian mengangkat wajah karena malu, apalagi ketika merasakan tatapan berbagai pasang mata di kafetaria itu sedang tertuju padanya.

Susah payah gadis itu mengaduk isi tas untuk mencari tisu guna membersihkan hidungnya. Namun seberapapun usahanya mencari, satu lembar tisu pun tak terlihat. Ia mencoba merogoh kantong-kantong kecil yang ada pada tas, tetap saja hasilnya nihil. Menyesal ia telah mengira bahwa dirinya telah membawa cukup tisu di tas, padahal tadi pagi Wooseok sudah mengingatkannya.

Yein mulai panik, apalagi ketika merasakan ingusnya yang berada di ujung lubang hidung, siap untuk meluncur keluar.

“Kau butuh tisu?” Sebuah suara bariton berucap.

Gadis Jung itu mengangkat wajah, dan seketika menelan ludah begitu mendapat Jeon Jungkook yang entah sejak kapan sudah duduk di hadapannya. Wajahnya tampak sangat dekat. Ekspresinya datar, tak seulas senyum tipis pun tersungging, namun itu saja sudah berhasil membuat pipi Yein bersemu.

“Ah, terima kasih,” sahut Yein sambil mengambil sebungkus pocket tissue yang disodorkan Jungkook.

Jungkook hanya merespon dengan sebuah anggukan tipis, lantas kembali bergabung dengan teman-temannya.

Yein tak tahu bagaimana harus mengungkapkan rasa gembiranya; apakah ia harus menari di tempat atau jumpalitan atau melompat girang. Oh, mungkin hal pertama yang terlebih dulu akan ia lakukan adalah membuang ingusnya di toilet – ia tak akan merusak citra diri di hadapan cowok taksirannya untuk kedua kali, tentu saja. Setelah itu? Entahlah. Mungkin ia akan menjejali Wooseok tentang kisah singkatnya pagi ini.

Yang pasti, Yein merasa senang, karena flu serta keteledorannya membawa berkah.

.

Ah-choo!
Flowers must be blooming in my heart
My feelings, this love for you is hard to contain

Ah-Choo (Lovelyz)

-fin-

A/N

Any Jung-In shipper di sini? 😀 Entah kenapa gemesh sama mereka berdua demi apa… 😀

 

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Pangeran Bertisu Putih

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s