[Ficlet] Sekilas Isi Hati

1489493073163

SEKILAS ISI HATI

.

Family, Hurt-Comfort, Slice-of-life || Ficlet || PG-13

.

Starring
BOYS24’s Jaehyun, OC’s Choi Eunha
(mentioned!) Seventeen’s Joshua

.

Based on prompt by thehunlulu
“Kau pilih mana? Kebohongan yang manis atau kenyataan yang pahit?”

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot and the OC. Big thanks to thehunlulu for the poster.

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Jaehyun tidak heran ketika menemukan pintu kamar Eunha yang terbuka dan melihat pemiliknya sedang merebahkan diri di tempat tidur begitu ia pulang. Tampaknya gadis itu tak mengganti pakaiannya sejak pagi karena kaus putih bercorak panda itu masih menempel pada tubuhnya, sama seperti yang Jaehyun lihat sebelum ia pergi ke rumah Haejoon, sembilan jam yang lalu, saat Eunha baru bangun. Bahkan Jaehyun sangsi apakah Eunha sudah mandi atau belum. Dari lima orang penghuni rumah, Eunhalah yang paling buruk dalam hal pengaturan waktu, asal tahu saja.

Awalnya Jaehyun hendak membiarkan saudaranya itu tetap dalam mode bermalas-malasannya. Bukan hal yang ganjil jika menemukan Eunha bergoler di sembarang tempat, sembarang posisi. Jaehyun hanya melewati kamar gadis tersebut begitu saja. Ia mengganti pakaiannya begitu saja di kamar sebelah, lantas menaruh pakaian kotor dalam mesin cuci. Namun begitu melewati kamar Eunha untuk kedua kalinya, titik kuriositasnya tergelitik. Ia pun masuk setelah sebelumnya mengetuk pintu bercat putih tersebut.

“Sedang memikirkan sesuatu?” Jaehyun memulai dengan sebuah pertanyaan, seraya ia mendudukkan bokong di pinggir tempat tidur Eunha.

“Tidak.” Eunha menjawab tanpa mengubah posisinya yang tengkurap. Punggungnya menghadap Jaehyun.

Jaehyun mencoba menerka. “Joshua?”

Agaknya tebakannya itu benar, karena itu berhasil membuat Eunha merubah posisi. Duduk di tempat tidur, wajah menghadap Jaehyun. Dwimanik almonnya terlihat membulat. “Dari mana kau tahu?” tukasnya.

Jaehyun mengangkat bahu. “Intuisi seorang saudara, barangkali? Lagipula, apa yang bisa membuat seorang Choi Eunha yang ribut bin cerewet menjadi makhluk bisu selain Joshua Hong?” Ia memajukan posisi duduknya beberapa sentimeter mendekati Eunha. “Ada apa lagi dengan dirinya?”

Terdengar helaan napas Eunha untuk beberapa saat. “Aku hanya tak mengerti jalan pikirannya. Apa maksudnya melambungkan harapanku tinggi, lalu menghempaskannya dengan keras?”

“Kau masih belum memberi tahu dirinya tentang perasaanmu?”

Pertanyaan itu membuat Jaehyun mendapat hadiah berupa sebuah lemparan bantal. “Kau gila?! Mau ditaruh di mana mukaku jika aku yang mengungkapkannya duluan?” balas Eunha.

Jaehyun tergelak. “Siapa tahu dia tipikal cowok yang tidak peka.”

“Tidak mungkin.” Eunha menggeleng kuat, mengibaskan surai kecoklatannya. “Aku memang tak berniat memberi tahu. Tapi, masa, sih, ia tak dapat menangkap tindak-tandukku yang jelas-jelas menyatakan bahwa aku menyukainya?”

“Bisa jadi, kan?”

“Tidak mungkin.” Eunha masih teguh dalam pendiriannya. “Atau kemungkinan lain. Ia sebenarnya juga punya rasa terhadapku, namun hanya tak berani mengungkapkannya. Itu sebabnya ia memperlakukanku layaknya kekasih, tapi tak kunjung memintaku menjadi pacarnya. Itu bisa jadi sebuah kemungkinan, kan?”

“Ia tidak menyukaimu,” sanggah Jaehyun cepat. Nadanya datar.

“Eh?”

“Ia tidak menyukaimu, Eunha-ya,” tegas Jaehyun.

Plum merah jambu Eunha mengulas sebuah senyum getir. “Mengapa kau bisa begitu yakin? Dari mana kau tahu?”

Jaehyun menghela napas. Ia tahu kata-kata yang ia akan ucapkan setelah ini akan mengakibatkan luka yang dalam dan perih bagi Eunha. Namun, ia tak bisa terus menyembunyikannya. Ia harus memperhadapkan Eunha pada dunia nyata, sesakit apapun itu. Toh, itu demi kebaikan gadis itu sendiri.

“Joshua hanya menganggapmu sahabat. Sahabat dekat. Tidak lebih. Dari seluruh ceritamu mengenai Joshua, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa ia tidak punya rasa apapun padamu. Ya, ia memang nyaman dekatmu, ia manis terhadapmu. Namun hanya sebatas perasaan terhadap sahabatnya. Tak ada niatan dari hatinya untuk menjadikanmu kekasih.”

Hening untuk sesaat. Eunha terlihat serius menyimak perkataan Jaehyun, namun kemudian ia merespon dengan suara bergetar, “Kau bohong.”

Jaehyun menghela napas. “Kau mau pilih yang mana? Kebohongan manis atau kenyataan pahit?”

Pemuda itu berani bersumpah hatinya mencelos begitu melihat ekspresi wajah Eunha yang berangsur berubah. Likuid bening mulai menumpuk di pelupuk matanya, membuatnya terlihat berkaca-kaca. Dua sekon berikutnya, isakan gadis itu pecah.

Jaehyun pun tak dapat menahan diri untuk tak memeluk saudarinya.

“Tapi kenapa?” ujar Eunha di sela-sela isakannya. “Kenapa ia berlaku jahat padaku? Kenapa ia mempermainkan perasaanku? Ia bahkan sudah pernah mencium bibirku, Jaehyun-ah!”

“Saat itu ia sedang mabuk, kan?”

Jaehyun membiarkan Eunha melampiaskan emosi dengan pukulan lemah di dadanya. Kalau itu dapat menenangkan hati Eunha, tidak apa.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” isak Eunha. “Jaehyun-ah … bantu aku …. Rasanya terlalu sakit ….”

“Lupakan dia,” sahut Jaehyun seraya menggunakan tangannya untuk menepuk punggung sang gadis.

“Bagaimana? Itu sangat sulit!”

“Kau tak perlu melakukannya sesegera mungkin,” pungkas sang pemuda Choi. “Tak perlu juga sampai memutuskan ikatan persahabatan kalian yang manis. Hanya, kendalikan dirimu. Jangan terus menerus memikirkan dia, jangan menaruh harapan apapun padanya. Pandanglah ia sebagai sahabatmu, bukan pemuda yang kau sayangi. Kembalilah menjadi Choi Eunha yang dulu, sebelum rasa cintamu padanya tumbuh.”

.

Suatu hari nanti, akan ada saat di mana kau dapat melupakan seluruh perasaanmu terhadapnya. Saat itulah, mungkin kalian akan bertemu lagi.

-fin-

Advertisements

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s