[Ficlet] Dituntut Sabar

2017-03-26 12.25.09 1.jpg

DITUNTUT SABAR

.

Crack, Family, Comedy, Slice-of-Life || Ficlet || General

.

Starring
Dong Si Cheng aka NCT’s Winwin, OC’s Dong Xian
(mentioned!) SMRookies Girls’ Yi Yang

.

“Oii Dong Xian! Bisakah ada sehari di mana kau tak mengganggu orang lain, khususnya orang yang sedang dilanda galaunya cinta?”

.

© 2017 by Gxchoxpie & ninegust

.

We own the plot and the OC

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Dong Si Cheng melemparkan diri ke tempat tidur, membiarkan tubuhnya rebah dengan kepala menghadap langit-langit kamar. Pandangannya nanar, seraya memori membawanya pada kejadian beberapa jam yang lalu di sekolah, tepatnya saat pelajaran Biologi. Akan suatu masa di mana seorang gadis memperlakukannya secara agak kurang manusiawi, menjatuhkan harga diri kelaki-lakiannya di depan umum (baca: anggota kelompok). Momen ketika ia bisa-bisanya dibuat malu oleh seorang gadis, yang menghina hasil pendapatnya dalam rangka membahas proyek praktikum mandiri.

Gadis itu adalah Yi Yang, si bintang kelas yang terkenal akan prestasinya, pun sikapnya yang agak kurang ramah. Sudah merupakan hal yang biasa bila Yi Yang tak pernah membalas sapaan seseorang. Dan adalah rahasia umum jika Yiyang kerap berkata apa adanya pada orang lain, tanpa memperhatikan kata-kata hingga setiap frasa yang terucap mengandung makna tersembunyi, plus nada yang ketus.

Anehnya, meski Yi Yang bisa dibilang tak punya sisi ramah, Si Cheng tetap jatuh cinta padanya. Bahkan sudah dipermalukan pun, Si Cheng masih tak bisa melenyapkan perasaan sukanya. Memang benar kata orang; cinta itu membutakan.

PUK!

Sedang Si Cheng asyik melamun, sebuah bantal melayang dan mendarat dengan sempurna di wajah pemuda Dong itu, membuat delusi semunya buyar. Si Cheng meringis, lantas melempar bantal bergambar Stitch itu sembarangan.

“Aish!”

Sekon kemudian, terdengar suara cekikikan dari balik pintu kamar. Pahamlah ia siapa yang melemparkan bantal padanya, dan ia harus berusaha keras menarik napas dalam-dalam untuk meredakan emosi yang bergejolak di ubun-ubun.

Oii Dong Xian! Bisakah ada sehari di mana kau tak mengganggu orang lain, khususnya orang yang sedang dilanda galaunya cinta?”

Bukannya berhenti, sang gadis yang umurnya terpaut dua tahun darinya itu malah tertawa terbahak-bahak, kemudian ikut melemparkan diri ke tempat tidur, tepat di sebelah Si Cheng.

“Hei Buaya Darat! Cewek yang mana lagi kali ini?” celetuk Xian, membuatnya dihadiahi sebuah pukulan ringan pada bahu.

“Aku bukan Buaya Darat, nona!” sanggah Si Cheng.

“Tidak usah mengelak, mana mungkin pemuda sepertimu tidak dibanjiri lautan gadis-gadis,” ucap Xian kemudian,

“Secara tidak langsung kau menyebut aku tampan.”

“Ya, tapi tidak lebih tampan dari tukang es krim di pinggir jalan!” Xian tertawa lepas begitu mengutarakan kalimat tersebut dengan nada sarkasme, lantas mendudukkan diri. Namun bukannya berhenti, tawanya malah semakin menjadi begitu melihat ekspresi sang kakak berubah seribu kali lipat jeleknya. “Astaga! Wajahmu!”

Xian paham betul bahwa lelucon yang ia lontarkan kali ini memang tidak sebaik pembawa acara variety show weekly idol-nya Korea, tapi demi membuat sang kakak kembali pada mood asalnya ia rela melakukan apapun, sampai si pemuda Dong itu menemukan tawanya kembali.

Tapi bohong.

“Kak, ayo beli es krim! Kali ini ku traktir,” ucap Xian kemudian.

Si Cheng merubah posisi tidurnya, lantas menilik manik sang adik dengan cermat. “Benarkah?”

“Tidak,” jawab Xian datar.

Sudah diduga. “Pergi kau jauh-jauh!”

“Aku tidak mau pergi jauh-jauh, nanti Kak Si Cheng sendirian. Lagipula, siapa yang akan menuruti perintahmu selain aku?”

Cih! Aku bahkan tidak yakin kau akan jadi adik baik-baik seperti kelihatannya.”

“Mulai sekarang, aku jadi adik baik, deh!”

Dahi Si Cheng berkerut, “Yang benar?”

Xian mengangguk penuh semangat, “Tentu saja!” Tangannya ia ulurkan ke arah wajah Sicheng mengajaknya untuk ber-high five ria demi merayakan hilangnya aksi acara tom & jerry-nya di rumah ini.

Si Cheng sudah mengambil ancang-ancang, dan berencana untuk mengelabui sang adik. Tapi sayang, kegesitan Si Cheng kalah cepat oleh Xian. Sebelum melancarkan rencana yang ia buat dadakan, namun tidak seperti tahu bulat, Xian malah memundurkan tangannya lebih cepat dari perkiraan dan yang lebih mengejutkan lagi, bungsu Dong itu menjulurkan lidah membuat wajahnya menjadi sedemikian rupa mengesalkan hingga Si Cheng khilaf ingin menghadiahkan bogem mentah pada pipi tembam sang adik tercinta.

“Untuk apa kau belajar bela diri kalau ternyata tak bisa mengalahkan adik sendiri? Huu …. Dasar payah!”

Kalimat itu disambut geram oleh Si Cheng. Wajahnya memerah, kemarahannya bersulut-sulut disusul dengan gertakan gigi yang menyeramkan. Oh, Si Cheng terlihat seperti barongsai ketika marah begini. “KEMARI KAU DONG XIAN!”

Sukses membuat kakaknya marah, berarti ini adalah usaha terbaiknya hari ini. “Coba saja dekati adik baik ini!” Xian menjulurkan lidahnya lagi. “Huu …. Aku takut sekali ….”

Dan mereka berakhir dengan menginap di rumah bibi Yui, karena rumah yang diwariskan oleh kedua orang tua telah hancur bahkan rata dengan tanah. Si Cheng mungkin menyesal, tapi Xian tidak sama sekali. Bahkan ia berencana melanjutkan pertengkaran yang belum selesai kemarin, di rumah bibi Yui.

.

Maafkan Xian, Bibi. Tapi Kak Si Cheng menggemaskan, apalagi kalau sedang marah seperti kemarin ….

 

-fin-

A/N

Happy debut dede Xian… Please akur sama Si Cheng kami mohon….

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Dituntut Sabar

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s