[Ficlet] A Little Solicitude

Processed with VSCO

A LITTLE SOLICITUDE

.

Slice-of-life || Ficlet || General

.

Starring
BTOB’s Minhyuk, OC’s Sharon Yoon

.

Siapa sangka, tindakan kecil darimu rupanya dapat membangkitkan semangat bagi orang lain?

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot and the OC

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih lima belas menit begitu Lee Minhyuk selesai mengirim e-mail untuk kliennya – tugas terakhirnya hari ini. Ia merentangkan tangannya ke atas, kemudian meregangkan kesepuluh jari yang terasa kaku akibat terus menerus mengetik. Kepalanya ia miringkan ke kiri dan ke kanan, merilekskan otot leher serta pundak yang lelah. Terakhir, matanya ia kerjapkan untuk beberapa kali, mengistirahatkan indra penglihatannya yang terasa penat karena melihat layar untuk waktu yang lama.

Minhyuk mengedarkan pandangan sekilas pada jendela ukuran sedang di salah satu sisi ruang kerjanya. Jendela yang menyajikan pemandangan malam Seoul, dilihat dari atas. Tampak kerlap-kerlip dari lampu gedung-gedung pencakar langit, seolah berlomba menjadi yang paling bersinar. Melihat lebih ke bawah, lampu sorot kendaraan yang mengisi jalan raya menambah sumber cahaya dari pemandangan malam tersebut. Kelihatannya jalanan agak padat, walau tidak sampai merayap.

Setelah menghabiskan kurang lebih sepuluh menit untuk mengistirahatkan diri, Minhyuk pun akhirnya memutuskan untuk bergegas pulang. Toh tak ada gunanya ia berlama-lama di kantor. Lebih baik ia cepat sampai di rumah, baru benar-benar memanjakan diri di sana. Sambil bersenandung kecil, Minhyuk memasukkan perlengkapan kantornya satu per satu. Berkas-berkas yang ia pilah dalam beberapa map – tak lupa ia cek satu per satu jangan sampai ada yang terlewat –, kalkulator, PDA, dan laptop. Merasa meja kerjanya sudah rapi dan semua barangnya telah masuk ke dalam briefcase, pria Lee tersebut menyampirkan overcoat hitamnya, lalu berjalan ke luar ruangan kerja pribadinya.

Minhyuk tidak heran ketika mendapati office room yang terlihat gelap, karena ia yakin rekan kerjanya yang lain pasti sudah terlebih dulu beranjak ke kediaman masing-masing. Tak seperti ia yang adalah manajer yang sampai harus lembur. Minhyuk tidak mengeluh. Itu adalah bagian dari konsekuensi yang harus ia dapati tatkala menerima promosi kenaikan jabatan enam bulan lalu. Lagipula, pulang malam sudah menjadi bagian dari rutinitasnya.

Namun bila diperhatikan dengan lebih seksama, office room tersebut tidak gelap sepenuhnya. Di salah satu pojok, terdapat cahaya lampu kecil yang masih menyala. Minhyuk memiringkan kepala sedikit, agak tak menyangka ketika menyadari selain dirinya ternyata masih ada orang lain di ruangan tersebut.

Minhyuk memutuskan untuk menghampiri meja di pojok tersebut. Benar seperti dugaannya, cahaya putih tersebut berasal dari desk lamp yang menyala.

Saat itulah ia melihat seorang gadis, duduk dengan wajah tertelungkup di atas meja. Kertas-kertas berserak di permukaan meja. Satu yang menarik perhatian Minhyuk: kertas milimeter blok berukuran besar dengan layout sebuah rumah di atasnya, lengkap dengan perhitungan ukuran setiap ruangan pada rumah tersebut.

Kedua sudut bibir Minhyuk terangkat sedikit. Ia tahu siapa sosok gadis yang nampaknya sedang terbang ke alam mimpi ini. Sharon Yoon. Arsitek junior yang mulai bekerja empat bulan yang lalu, namun hasil kerjanya memuaskan. Meski sangat pendiam dan jarang berbicara, namun rancangan serta perhitungan yang ia buat selalu menakjubkan, membuat Minhyuk sebagai atasan kerap memberinya jabatan sebagai asisten pemimpin proyek.

Akhir-akhir ini perusahaan developer mereka memang mengalami keningkatan. Banyak proyek yang mereka tangani. Dan Minhyuk tahu, akhir-akhir ini Sharon Yoon sangat sibuk. Ia kerap datang ke ruangannya untuk meminta pendapat, atau persetujuan. Minhyuk paham, tugas gadis itu sangat berat.

Oleh karena itu ia sejujurnya tak tega kalau sampai gadis ini harus lembur di kantor, bahkan tertidur di ruang kerja, walau sebenarnya itu adalah bagian dari pekerjaan.

Perlahan, Minhyuk melepas overcoat hitamnya, lalu menyampirkannya ke pundak Sharon. Bahkan ia merapikan posisinya agar menutupi punggung sang gadis yang hari ini hanya mengenakan kaus lengan panjang tipis. Menurut pengamatan Minhyuk, Sharon bukanlah gadis yang sedang tampil dengan dandanan cantik. Namun ia tidak mempermasalahkannya. Selama penampilannya tetap rapi dan kinerja kerja baik, tampilan tak dipermasalahkan.

Walau ada baiknya juga membawa pakaian hangat saat cuaca dingin seperti ini.

Minhyuk tahu ia tak dapat membantu Sharon lebih banyak. Ia tak tega membangunkan gadis yang terlihat lelah itu, pun tak juga dapat mengambil alih tugas sang gadis. Namun, ia harap, perhatian kecil yang ia berikan walau diam-diam ini dapat memberi semangat lebih untuk rekan kerjanya tersebut.

Baru setelah itulah Minhyuk dapat pulang dengan perasaan lega.

***

Mimpi indah Sharon mendadak buyar begitu pendengarannya menangkap suara dering telepon yang memekakkan gendang telinga. Saat itulah sang dara sadar bahwa ia tanpa sengaja tertidur di kantor. Ia agak terkejut, apalagi menyadari sekeliingnya yang sudah gelap gulita. Saat hendak mencerna situasi lebih lanjut, dering telepon kembali mengusiknya, meminta untuk diangkat.

“Halo?” ujar Sharon masih dengan suara setengah mengantuk. Nyawanya belum terkumpul sempurna.

“Kak Shar?”

Sharon mengenali suara dalam nan berat tersebut. “Oh, Dowoon-ah. Wae?”

“Kakak masih di kantor?”

“Hmm.”

“Jangan ke mana-mana, Kak. Biar aku jemput. Oke?”

“Hmm.”

KLIK!

Panggilan terputus.

Sharon tidak yakin akan keberadaan adiknya, apakah masih jauh atau sudah dekat, apakah masih banyak waktu yang harus sang adik tempuh sebelum sampai untuk menjemputnya atau tidak, namun Sharon merasa lebih baik ia bersiap-siap untuk pulang. Toh tidak efektif untuk melanjutkan pekerjaan di sini karena suasana yang gelap gulita dan presensinya yang sendirian menimbulkan kesan tersendiri. Lebih baik ia melanjutkan di rumah, ditemani dengan secangkir kopi hangat.

Saat itulah ia menyadari ada sesuatu yang berbeda.

Sebuah overcoat hitam tersampir pada pundak hingga punggungnya.

Gadis garis Yoon itu memiringkan kepala, merasa bingung akan eksistensi dan kepemilikan overcoat tersebut. Seingatnya, itu bukan miliknya, pun milik Dowoon. Sharon mencoba mengingat siapa rekannya yang memiliki overcoat serupa, namun otaknya tak dapat mengingat sedikit pun.

Di tengah kebingungan itu, dwimaniknya menangkap sebuah post-it berwarna jingga terang yang sepertinya sengaja ditempelkan pada permukaan kertas kerjanya.

Sharon-ssi, jangan pulang terlalu malam. Jaga kesehatan, dan jangan lupa membawa mantel untuk menghadapi cuaca dingin.

Melihat tanda tangan yang tertera di pojok kanan bawah lembar kecil tersebut membuat tak ayal sudut bibir Sharon terangkat, mengulas senyum tipis. Rupanya lembaran tersebut adalah pemberian Lee Minhyuk, atasannya. Dan kemungkinan besar overcoat hitam ini juga adalah milik orang yang sama.

Sharon tidak tahu kapan tepatnya Minhyuk memberikan ini semua, namun yang pasti, tindakan kecil itu berhasil menghidupkan semangatnya kembali.

-fin-

A/N

Happy debut for my new couple!! ^^

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] A Little Solicitude

  1. Aku bacanya sambil makan chocopie loh hehehe /trus kenapa😂/

    Aku suka cowok perhatian cem minhyuk huehuee sisain atuuu :((

    Oiya lom kenalan. Washfa 98l. Salken ya grace. Is it okay I call you grace? Hehe. Nama blogku ada grace2 nya juga loh wkwk /terus kenapa (2)😂/
    Okedee semangat buat semuanya ya kamuu… ^^9 Bubyee :*

    Like

    • ahahahahaa.. serius?? btw chocopie itu emang enak banget kak dabest bgt dah.. 😀
      hehehe.. aku juga pengen da punya cowo perhatian kayak dia hwhwhwhw

      salam kenal juga kak… boleh dong since it’s my real name hahaha… oh iyaaa.. bagus ih nama blognya kak 😀
      makasih ya kak sudah mau mampir 🙂

      Liked by 1 person

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s