[Ficlet] Sketsa Diri

1463280138246

SKETSA DIRI

.

Slice-of-life || Ficlet || General

.

Starring
Seventeen’s Jun and a girl

.

“Aku ingin menyimpan potret gadis dalam sketsa itu, karena ia sangat cantik.”

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Jun senang membuat sketsa. Bukan hanya senang, tapi ia memang berbakat. Bakat itu telah dimilikinya sejak kecil. Ia bisa membuat sketsa dari apa yang ia lihat, dan hasilnya pasti benar-benar mirip dengan benda aslinya.

Bukan hal yang asing bagi Jun ketika ia diminta menggambar sketsa. Saat ia masih di sekolah menengah, banyak temannya yang minta dibuatkan sketsa wajah, mulai dari sketsa diri sendiri, sketsa sahabat, hingga sketsa kekasih. Bahkan guru keseniannya sampai meminta Jun membuat sketsa wajahnya, ketika menyadari Jun memiliki bakat yang lebih baik darinya.

Hal itulah yang membuat Jun memilih untuk bekerja sebagai pembuat sketsa sebagai pengisi waktu luang. Selain ia dapat menyalurkan kreativitasnya, Jun juga mendapat tambahan uang saku dari hobinya tersebut. Berbekal sebuah buku sketsa berukuran agak besar, beberapa pensil dengan tingkat kehitaman yang berbeda, dan sebuah penghapus, Jun biasanya duduk di taman dekat apartemennya. Ia memamerkan hasil karyanya–beberapa sketsa yang telah ia beri figura–untuk mengundang orang-orang datang. Biasanya setelah itu beberapa pengunjung taman akan menghampirinya, lalu minta dibuatkan sketsa.

Berbagai macam pelanggan yang membeli sketsa buatan Jun, mulai dari keluarga bahagia ayah ibu anak, sekumpulan gadis yang Jun duga adalah sahabat, sepasang anak kembar, kakak-adik, dan terutama sepasang kekasih. Tak jarang juga Jun bertemu gadis cantik yang meminta dibuatkan sketsa diri.

Namun, dari sekian gadis cantik yang minta dibuatkan sketsa diri, rasanya belum ada yang berhasil memikat hati Jun.

Hingga hari ini.

Seperti biasa, Jun menyusun dengan rapi tiga figura yang ia sengaja bawa untuk dipajang. Jun membuka buku sketsanya, ingin mengisi waktu menunggu pelanggan dengan menggambar sketsa anak kecil yang sedang memegang balon, tak jauh darinya.

Saat Jun sedang asik dengan sketsanya, gadis itu datang.

“Permisi, anda bisa membuat sketsa? Aku ingin dilukis.”

Jun menoleh, dan demi neptunus, senyum gadis itu adalah senyum pertama yang akhirnya sanggup membuat jantung Jun mendadak melonjak tak karuan.

“Ah, ya ….” Sial, rutuknya. Kenapa ia harus salah tingkah? “Silahkan duduk di situ.” Jun menunjuk sebuah kursi lipat yang memang sudah ia siapkan untuk pelanggan. “Cari pose yang nyaman, karena mungkin ini akan memakan waktu.”

“Hmm ….” Gadis itu mengangguk, dan dengan patuh duduk di kursi yang dimaksud Jun. Duduk dengan pose kaki kanan yang bertumpu di atas kaki kiri serta tangan menopang dagu. Matanya lurus menatap Jun, dan senyum masih belum hilang dari ranum merahnya. Jun yang malang, butuh sebuah deheman dari dirinya untuk menyadarkan bahwa ia harus berhenti menatap gadis itu dan mulai membuat sketsa.

Jemari Jun bergerak lincah di atas kertas, membuat pensil itu bagai menari-nari dengan kertas sebagai podium. Sedikit demi sedikit kertas sketsa yang hanya putih polos mulai terisi, coretan demi coretan yang bermakna mulai terlihat, membentuk sebuah kesatuan sketsa yang menakjubkan.

“Sudah berapa lama bekerja sebagai pelukis sketsa?” Gadis itu berucap setelah sekitar tujuh menit keheningan menyelimuti.

Jun tersenyum tipis. “Belum lama, sekitar bulan lalu. Tapi untuk melukis sketsa saya melakukannya sejak kecil,” jawab lelaki itu sambil menghapus sedikit goresan pensil pada bagian mata.

Gadis itu mengangguk. “I can tell. Aku lihat dari sketsa yang kau pajang, kau adalah pelukis sketsa yang hebat. Kau tidak sekedar membuat sketsa, tetapi kau bagai membuat sebuah cerita dari sketsamu itu. Moreover, kau seolah-olah membuat suatu kehidupan.”

“Ah …. Kedengarannya anda berlebihan,” sahut Jun dengan menggelengkan kepalanya. “Tetapi terima kasih untuk pujiannya.”

“Omong-omong, apakah anda orang baru di sini?” lanjut Jun lagi. “Sepertinya saya belum pernah melihat anda.”

Gadis itu mengangguk. “Yep. Aku memang bukan orang sini. Sebenarnya aku berasal dari Kanada. Aku kemari dalam rangka berlibur, sekaligus mengunjungi nenekku.”

“Ah …. Kalau begitu selamat datang di Korea,” balas Jun dengan senyum.

Setelah memberi sentuhan terakhir pada sketsa baju sang gadis, Jun meletakkan pensil yang terakhir ia gunakan, lalu menunjukkan hasil sketsanya pada gadis itu. “Bagaimana?” tanyanya.

Mata gadis itu untuk sejenak tidak bisa lepas dari hasil karya Jun. Bola matanya meneliti setiap senti sketsa itu, tidak ada yang terlewatkan. Bahkan jemarinya ikut menelusuri sketsa tersebut, seolah-olah sketsa tersebut nyata.

“Ah, aku lupa sesuatu.” Jun mengambil kembali pensilnya. “Siapa nama anda?”

“Ha Seon Ah.” Gadis itu menyahut. Jun pun menuliskan tiga suku kata tersebut pada pojok bawah lembar sketsanya.

“Ini, Seon Ah-ssi. Sketsamu sudah jadi,” ujar Jun.

Gadis itu tersenyum senang. Kepalanya terangguk. “Berapa semuanya?” tanyanya. “Berapa harga yang harus aku bayar untuk karyamu yang luar biasa ini?”

Jun menerawang sejenak, mungkin berpikir. Sesaat kemudian ia kembali menatap gadis itu dan tersenyum.

“Bagaimana kalau aku yang memberimu uang?”

Mata gadis itu membulat. “Eh?”

“Hmm.” Jun mengangguk tegas. “Aku memberimu uang, kau memberiku kembali sketsa itu.”

Gadis itu memiringkan kepalanya, tidak mengerti. “Untuk apa …?”

“Aku membeli sketsa itu darimu, nona,” Jun menyahut. “Aku ingin menyimpan potret gadis dalam sketsa itu, karena ia sangat cantik.”

Dan kalau Jun tidak salah lihat, dibalik rambut yang menutupi wajah gadis itu, terlihat rona merah dari bagian pipinya.

“Namaku Jun,” Jun mengulurkan tangannya. Bibirnya menyunggingkan senyum termanis yang ia bisa berikan. “Mungkin suatu hari kita bisa bertemu kembali?”

-fin-

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Sketsa Diri

  1. KAKCEEEEEEE HAHAHAHA SERIUS! DEMI APA AKU GA NGEBAYANGIN SI JUN BAKAL BILANG BEGITUUU WAHAHAHAHAHA DASAR YA EMANG, UNTUNG GANTENG, MAU BERLAGAK SEMACAM—EUM…GOMBALAN GITU TAK MASALAH HEHE :”) asiik, ini kapel baru nih ceritanya mom? :3

    Like

    • ceritanya kan jun bisa baperin anak orang gitu… bisa ngegombal juga dia hahaha
      GA ASTAGA ini cuma cwe random jugaa.. tp kalo mau boleh jg hahaha dirimu bersedia jd visualnya ga? /pulang
      makasih loh udah mampir

      Like

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s