[Ficlet] Serre Moi Fort

1474550401528

SERRE MOI FORT

.

Slice-of-life, Fluff, Romance || Ficlet || Teen

.

Starring
NCT’s Haechan, OC’s Park Jiae

.

Kalau noona takut, genggam saja tanganku seperti ini.”

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I only own the plot and the OC

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Tampaknya menghabiskan akhir pekan berdua dengan Jiae di taman hiburan bukanah suatu ide yang baik. Demikian pemikiran Haechan. Pasalnya, gadis Park itu bukanlah seseorang yang tahan banting. Mereka baru menaiki lima wahana, tetapi kakak kelasnya bahkan sudah sampai mengeluarkan makan siang yang sudah sempat tercerna di perut. Sementara bagi Haechan, ini barulah permulaan.

Padahal, asal tahu saja, minggu lalu gadis itulah yang berkali-kali membujuknya untuk mengunjungi taman hiburan. Haechan yang tadinya agak ogah-ogahan akhirnya mengalah, demi melihat seulas senyum mengukir pada wajah gadis berpipi bulat tersebut. Haechan bahkan sampai membatalkan janjinya untuk mendatangi pesta perayaan ulang tahun kawannya. Demi Jiae.

Noona ….“ Haechan menghentikan langkah. Ditatapnya obsidian gadis itu. Kepalanya yang tertunduk serta wajahnya yang agak pucat. “Gwaenchanha?”

Serta-merta Jiae mengangkat kepala. Sudut-sudut bibirnya terangkat. “Gwaenchanha!

Bohong, balas Haechan dalam hati. Ia menghela napas. Jiae adalah gadis teriang yang pernah ia temui. Melihat gadis yang kini terlihat lesu itu membuat hati Haechan pilu.

“Kita pulang saja ya, Noona.”

Tangannya digenggam erat oleh Jiae, tertahan. Gadis itu menggelengkan kepala, membuat Haechan mengangkat sebelah alis.

“Jangan pulang sekarang. Kau bilang ingin naik roller coaster, kan? Kita belum menaikinya, lho.”

“Tapi noona – “

Jiae bahkan tidak membiarkan Haechan menyelesaikan perkataannya terlebih dahulu. Tahu-tahu dara itu berlari menghampiri seorang bapak yang sedang berdiri dengan sebatang rokok terselip di antara bibirnya. Entah apa yang mereka perbincangkan, beberapa saat kemudian Jiae melambaikan tangan, menyuruhnya menghampiri. Sambil menguntai langkah, Haechan mendecakkan lidah.

Sang gadis menarik tangan Haechan menuju letak wahana roller coaster. Lucu memikirkan bagaimana Jiae yang tadi sudah lunglai lesu tiba-tiba mendapat kekuatan untuk menyeretnya.

Setelah membeli dua lembar tiket, keduanya berdiri di barisan belakang antrian yang tidak terlalu panjang. Haechan melirik jam tangannya sejenak. Pukul setengah enam sore. Semburat senja mulai muncul di angkasa.

Noona ….“ Haechan memanggil Jiae. “Noona yakin?”

Lagi-lagi gadis Park itu mengangguk tegas. “Aku baik-baik saja, Haechan-ah, kalau itu yang kau khawatirkan.”

Baik-baik saja apanya? batin Haechan. Sepertinya gadis tersebut tak sadar kalau sejak tadi Haechan memperhatikannya. Ekspresi takut gadis itu terekam dalam benaknya.

Namun begitu pintu pembatas terbuka dan mereka diizinkan masuk, dara bersurai hitam itu cepat berlari menuju kursi kosong, lalu dengan isyarat tangan menyuruh Haechan cepat mendekat. Kembali Haechan menggelengkan kepala, tak habis pikir. Demi permen kapas merah muda giung yang tadi mereka beli, Park Jiae adalah gadis terlabil yang ia kenal.

Keduanya kini sudah duduk di kursi roller coaster, bersebelahan, lengkap dengan pengaman yang sudah terpasang pada masing-masing. Haechan menolehkan kepala, melirik Jiae. Gadis itu mengetuk-ngetukkan kakinya. Tangannya bergetar. Pandangannya lurus ke depan dengan tatapan nanar.

Mesin mulai mengeluarkan suara berderum, tanda beberapa sekon lagi wahana akan dijalankan. Perlahan, tangan Haechan terulur, menggamit tangan Jiae lembut. Diselipkannya jemari pada sela-sela jari sang gadis.

Jiae menoleh, menatapnya dengan tanda tanya. Haechan mengulas senyum.

“Kalau noona takut, genggam saja tanganku seperti ini. Kalau mau teriak, keluarkan saja, jangan ditahan.”

Tepat setelah itu, mesin dijalankan. Roda mulai berputar mengikuti rel. Jalur mendaki untuk beberapa saat hingga terdapat suara berderak, lalu tahu-tahu turunan yang amat curam, yang membuat jantung hampir copot.

Haechan merasakan cengkraman yang amat kuat di tangannya. Momen itu, ketika semua orang berteriak sekeras-kerasnya, ada satu teriakan yang mengusik dirinya, yang mau tak mau membuatnya tersenyum.

HAECHAN-AH!!! NEO NAPPEUN SAEKKIYA!!!”

Ia berpikir sejenak. Sejujurnya ia tak merasa takut hingga harus ikut berteriak. Namun membalas teriakan orang sepertinya tak ada salahnya.

JIAE NOONA! JOHAEYO!”

-fin-

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Serre Moi Fort

  1. Assafaklqkwgskajshaksj

    AOIAHAKAKWUDVSJALKWHSJWL28836)3$.02!.?/&2@1&¥[£]^]+{€?.’sowhsnlqoqj+\€|?|’wkjw

    “JIAE NOONA JOHAEYO!” /nggelinding/ ih sumpahhh aku senyum2 sendiri bacanyaaaaaaaa yaampun haechaaann ini pas bgt tau mom sama karakter aslinya diaaaa xD agak sengklek2 gimanaaaa tapi di sini dia lucu bgt teriak gitu ke jiae :’D ingin melipir duluuuuu… Adududududuuu gabisa bayangin haechan bilang kaya gitu..apa kabar jantung jiae? :’)

    FIX AING BAPERIN HAECHAN POKOKNYA AJU NAIS LAHH!!!

    Like

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s