[JAN’s OST] #3rd Week (A) – Because I Love You

Processed with VSCO with f2 preset

BECAUSE I LOVE YOU

.

Idol-Life, Romance, Angst || Ficlet || PG-15

.

Starring
BLACKPINK’s Jisoo, iKON’s B.I

.

Based on #3rd Week (A) OST
“It will hurt a lot, but even if you ask me again, it’s truly love.”
–Love Story (LYn – Legend of The Blue Sea OST)

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I own the plot

.

(thehunlulu’s) || (ninegust’s)

1st Week (A) | 1st Week (B) | 2nd Week (A) | 2nd Week (B)

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Tungkai Kim Jisoo menguntai langkah cepat menyusuri ubin demi ubin di gedung YG Entertainment. Tak seperti Jisoo biasa yang dikenal ramah dan murah senyum, dara bersurai hitam itu berjalan dengan wajah yang ditundukkan. Sengaja ia gerai rambut panjangnya menutupi muka, enggan menampakkan diri di depan publik. Bahkan masker yang ia kenakan sudah cukup memberi isyarat bahwa ia tak ingin menjadi pusat perhatian.

Dalam genggamannya, terdapat sebuah tabloid yang bertuliskan tanggal hari ini. Sebuah tabloid dengan headline merah besar yang mengisahkan dirinya.

JISOO BLACKPINK DAN B.I IKON BERKENCAN?

Begitu isinya.

Begitu Jisoo tiba di ruang latihan iKON, tanpa ragu ia membuka pintunya dengan keras. Macam sebuah kebetulan, di dalam hanya terdapat Hanbin yang sedang duduk di pojokan. Kepala ditelungkupkan pada lutut. Di sebelahnya, terdapat ponsel yang masih menyala.

Tanpa basa-basi Jisoo melemparkan tabloid yang ia pegang tepat ke kepala Hanbin. Aksi tersebut sukses membuat Hanbin mengangkat wajah.

“Apa ini?” ucap Jisoo. Suara seraknya mengisyaratkan emosi yang dalam.

Tanpa perlu melihat, Hanbin tahu apa yang Jisoo maksud.

“Kau bilang semuanya akan baik-baik saja jika kita berkencan!” Jisoo tak dapat menahan emosinya lagi. “Kau bilang kita akan aman, kau bilang tak akan ada apa-apa. BOHONG!!!”

Sementara Jisoo mulai menitikkan air mata, Hanbin kembali menunduk. Ia paham benar arti kemarahan kekasihnya.

“Lihat semua artikel itu, Kim Hanbin!” seru Jisoo.

“Aku tahu,” sahut Hanbin lirih.

“Tahu?” Jisoo mengusap air matanya, kemudian melemparkan senyum miring. “TAHU?! Lantas mengapa masih mencoba melawan? Lantas mengapa membawaku dalam bahaya?”

“Maafkan aku.”

“Maaf katamu? Kau pikir kata maaf menyelesaikan suaranya?”

Lagi-lagi Hanbin bungkam.

“Apa kau tahu untuk rookie sepertiku berita berkencan ini dapat mengancam karier kami? Kau itu senior kami, mengapa bukan mendukung kami? Mengapa malah bertindak sesuatu yang bisa-bisa menyebabkan kami kehilangan reputasi?”

“Kau tahu? Tadi pagi aku mendapat surat peringatan dari CEO Yang Hyunsuk,” lanjut Jisoo. “Jennie memarahik habis-habisan. Rosé dan Lisa mendiamkanku. Aku paham, karena berita ini tak hanya merugikan diriku, tetapi juga mereka. Kau ini egois, Kim Hanbin! Kau hanya menginginkan diriku, tanpa memikirkan perasaan teman-temanku. Apa kau peduli tentang mimpi-mimpi mereka? Tentang waktu yang mereka habiskan sebagai trainee, HUH?!”

Jisoo bahkan menggunakan kedua tangannya untuk mengguncang pundak Hanbin, sebab ia tak tahan lagi dengan kebisuan sang kekasih. “Jawab aku, Hanbin-ah! Bagaimana kau akan bertanggung jawab?!”

Hanbin tak sanggup lagi mendengar kepiluan yang tersirat dalam setiap frasa yang disampaikan Jisoo. Gadis itu sok kuat, padahal ia rapuh. Hanbin tak kuat melihat Jisoo bergulat sendirian menghadapi gulana. Karena itu, dengan satu gerakan cepat Hanbin menarik gadisnya ke dalam perlukan. Hanbin mendekap dara itu erat, berharap bahwa tindakannya dapat menenangkan sang kekasih.

“Kau sendiri,” tukas Hanbin, masih dalam Jisoo di pelukannya, “kau sendiri mengapa menerimaku waktu itu? Kau sudah tahu larangan serta bahayanya, mengapa masih mau menerimaku?”

Isakan Jisoo pecah, seraya jemarinya mulai mencengkram bagian belakang baju Hanbin dengan lemah.

“Karena … aku … mencintaimu,” sahut Jisoo di sela-sela isakan.

Tangan Hanbin bergerak untuk membelai surai Jisoo yang terurai. Diusapnya mahkota sang gadis dengan lembut. “Alasan yang sama, mengapa aku memutuskan untuk membawamu ke dalam bahaya. Karena aku juga mencintaimu.”

Hanbin melepas pelukannya. Ditatapnya Jisoo lembut dan dalam, seraya jemarinya bergerak mengusap likuid bening sang dara yang menetes. Demi menenangkan gadisnya, Hanbin mencoba untuk mengukir sebuah senyum.

“Jangan khawatir, Jisoo-ya. Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan tetap bersamamu, tetap ada di sampingmu, selama kau melewati masa-masa sulit. Kita pasti menemukan jalan keluarnya.”

-fin-

Advertisements

8 thoughts on “[JAN’s OST] #3rd Week (A) – Because I Love You

  1. Pingback: [JAN’s OST] 3rd Week (A) – Hidden Wings – MARSHMALLOW LAND

  2. Pingback: [JAN’s OST] #3rd Week (B) – Test Result | Chocolate Land

  3. Pingback: [JAN’s OST] #4th Week (A) – Bahagia Itu Sederhana | Chocolate Land

  4. Pingback: [JAN’s OST] #4th Week (B) – Discussion Partner | Chocolate Land

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s