[JAN’s OST] #2nd Week (B) – Why Do You Call?

f9d8f0b94bf9e8e02b2803862f615558

WHY DO YOU CALL?

.

Slice-of-life, Family || Ficlet || General

.

Starring
VIXX’s Hongbin, OC’s Heidi Lee

.

Based on #2nd Week (B) OST
“It’s already been a few days since you haven’t called.”
–All for You (Seo In Guk & Jung Eunji – Reply 1997 OST)

.

© 2017 by Gxchoxpie

.

I own the plot

.

(thehunlulu’s) || (ninegust’s)

1st Week (A) | 1st Week (B) | 2nd Week (A)

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Ini sudah menjelang hari ketiga sejak kepergian Heidi ke pulau Jeju dalam rangka trip sekolah. Hongbin ingat jelas menyuruh sang adik untuk kerap memberi kabar selama berwisata – yang memang hanya direspon dengan gumaman kesal. Sebenarnya, apa yang Hongbin minta itu adalah suatu hal yang wajar, kan?

Namun sampai hari ini tak sekali pun ponsel Hongbin berdering karena Heidi, dan itu membuat si sulung keluarga Lee khawatir.

Hongbin bukan orang yang pasif, yang hanya berdiam sementara menunggu telepon adiknya. Bukan. Tak terhitung banyaknya panggilan yang sduah ia buat demi menjaga kontak dengan sang adik. Entah apa yang ada dalam pikiran Heidi, tetapi telepon Hongbin selalu berakhir pada operator, yang mengatakan bahwa nomor yang dituju sedang sibuk dan sebagainya.

Tentu saja Hongbin kesal. Sebagai anak paling tua, secara tak langsung ia punya tugas untuk menjaga adik-adiknya. Dan dengan tiadanya kabar dari Heidi seperti ini membuat pemuda itu cemas. Pun Heidi tak menghubungi Jeno, adik paling kecilnya. Gadis itu seolah berusaha memutuskan kontak dari keluarga. Bukannya gadis itu tak memegang ponsel, buktinya Hongbin melihat banyak foto baru yang diunggah Heidi di SNS-nya. Sekarang Hongbin harus bisa bersyukur, setidaknya foto-foto unggahan itu membuktikan bahwa adiknya masih hidup.

***

Angin sepoi-sepoi yang bertiup secara tak langsung meninabobokan Hongbin yang sedang bersantai di halaman belakang rumah. Duduk di kursi goyang yang berayun ditemani udara sore yang sejuk membuat Hongbin tak kuasa menahan kantuk. Entah sudah berapa kali ia menguap, dan kalau bukan karena musik rock keras yang tiba-tiba berbunyi dari dering ponselnya, sudah dipastikan Hongbin akan terbang ke alam mimpi.

Susah payah Hongbin menggapai ponsel yang ia letakkan sembarangan di lantai, hanya karena ia tak mau beranjak dari posisinya. Begitu melihat nama penelepon yang tertera di layar, dwimaniknya segera membulat. Kantuknya menguap entah ke mana.

Ya! Lee Heidi!” seru Hongbin di detik pertama ia mengangkat telepon. Pemuda itu menegakkan posisi duduk. “Ke mana saja kau?! Kenapa baru menghubungiku sekarang?!”

Aish …. Berisik!” balas sang adik di ujung telepon. Demi kening Heidi yang lebar yang bisa menjadi tempat landasan pesawat itu, kalau ia ada di hadapan Hongbin sekarang, pemuda tersebut pasti sudah menoyor kepalanya dari tadi.

Oppa sangat khawatir, tahu?!” ujar Hongbin akhirnya. “Bukankah aku sudah berpesan agar selalu memberiku kabar sesampainya di Jeju?”

“Malas. Aku bukan anak kecil lagi, Oppa. Percaya sajalah bahwa aku dapat menjaga diri.”

Hongbin mendecakkan lidah. “Tak semudah itu bagiku, Nona. Anyway, apa yang membuatmu tiba-tiba menelepon?”

“Uangku habis. Bisakah Oppa mengirim beberapa puluh ribu won?”

Lelaki itu hampir tersedak ludahnya sendiri. Ia tidak salah dengar, kan?

“Memangnya uang yang kemarin kau bawa sudah habis?”

Eoh.”

“Untuk apa?”

“Ayolah, tak usah banyak tanya!” Heidi berteriak, membuat Hongbin mau tak mau harus menjauhkan ponsel dari telinga.

Hongbin paham benar akan sifat adik perempuannya. Kalau sudah begini, keinginan gadis itu harus dipenuhi, atau ia akan merajuk berhari-hari. Jika itu sampai terjadi, Hongbin serta Jeno sendirilah yang akan dibuat bingung.

Arasseo, arasseo. Mau kukirim berapa?”

“Seratus ribu won?”

Lagi-lagi Hongbin mendecakkan lidah. “Sebanyak itu? Untuk apa?”

Oppa, kau lupa ini adalah tempat wisata? Segala sesuatu di tempat ini harganya mahal! Tentu saja uangku akan langsung habis!”

“Baiklah, baiklah. Tak perlu berteriak, Nona. Akan kukirim nanti sore, sekalian aku membeli makan malam dengan Jeno. Tetapi berjanjilah, setelah ini kau akan mengirimiku kabar. Tak perlu melalui telepon, cukup dengan chat Line. Tetapi setidaknya aku tahu kau masih hidup.”

Ne, Hongbin Oppa. Ta-lang-he ….”

Hongbin menyipitkan mata begitu mendengar kata terakhir yang diucapkan Heidi dengan nada imut yang dibuat-buat. “Kau … baru saja melakukan aegyo padaku?”

Yep!”

Pemuda itu menggelengkan kepala, tetapi tak urung seulas senyum terukir di bibirnya. Heidi Lee, adik perempuannya, memang betul-betul gadis yang merepotkan.

-fin-

Advertisements

12 thoughts on “[JAN’s OST] #2nd Week (B) – Why Do You Call?

  1. Iii gemas kali mas kacang dan adiknya ini XD
    Udah gitu si Heidi nelepon cuma buat minta uang lagi, nak nak kalo aku jadi kamu yang notabene adiknya mas kacang, bakal aku gangguin seumur hidup kali si mas aku telepon terus XD

    Like

  2. Ade-kaka ini mengingatkanku pada hubungan jov dan kaka-kakanya yg ngubungin plus jadi manis kalo ada maunya aja waks tapi tetep disayang kok hahaha

    BTW, KIRIM SATU KAKA SEJENIS HONGBIN DONG AAAAKKKK enak banget ya punya kaka yg dimintai uang langsung diiyain hahah gapapa sih wong wis tenar gitu /plak

    Dan ini manis banget, kaya aku dong /digiles/ 😂😂😂😂 nice fic kak!❤️

    Like

    • wahhahahaha… ngubungin kalo ada perlunya aja ya XD
      ih aku juga pengen kak punya kakak kek hongbin yawalah kek tinggal minta apa sok aja gitu hwhwhwhw makasih udah mampir anyway kaay ❤

      Like

  3. bolehkah mulai detik ini saya mengidolakan lee siblings? :))))

    punya abang berduit /haha asoy bahasanya/ seperti hongbin rasanya langka ya? /ga gitu don/. terus………heidi………..boleh culik abangmu ke indonesia ya??

    Like

  4. Pingback: [JAN’s OST] 2nd Week (B) – Snow – Marshmallow Land

  5. Pingback: [JAN’s OST] #3rd Week (A) – Because I Love You | Chocolate Land

  6. Pingback: [JAN’s OST] #3rd Week (B) – Test Result | Chocolate Land

  7. Pingback: [JAN’s OST] #4th Week (A) – Bahagia Itu Sederhana | Chocolate Land

  8. Pingback: [JAN’s OST] #4th Week (B) – Discussion Partner | Chocolate Land

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s