[Ficlet] Unexpected Meeting

Processed with VSCO with j6 preset

UNEXPECTED MEETING

.

Romance, Slice-of-life || Ficlet || PG-13

.

NCT’s Taeil, OC’s Sharon Yoon

.

“Bagaimanapun kau pernah mengisi hari-hariku dulu.”

.

© 2016 by Gxchoxpie

.

I own the plot and the OC

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Ini adalah malam natal. Sharon Yoon yang mendapat jatah libur dari kantornya pun memutuskan untuk menghabiskan hari liburnya dengan berbelanja beberapa ornamen natal. Sendirian saja, pasalnya kedua adik menolak untuk ikut dengan alasan cuaca di luar dingin. Sempat membuat Sharon agak kecewa, sih. Pasalnya ketika kedua adiknya ingin menghabiskan waktu dengannya, Sharonlah justru yang tidak punya waktu karena pekerjaan menumpuk. Sulung keluarga Yoon itu merasa dirinya semakin jauh dengan adik-adiknya.

Oh, itu hanyalah pikiran sesaat. Pada dasarnya Sharon adalah orang yang super cuek yang tidak memikirkan hal-hal kecil yang ia rasa tidak penting. Buktinya, dara Yoon itu masih tetap tenang memilih berbagai hiasan natal yang berjejer di rak di hadapannya. Mulai dari bola-bola emas, lampu natal berwarna-warni, pita-pita mengkilap, mistletoe, semuanya terlihat menarik dan seolah meminta untuk dibeli. Sharon mengambil dua kotak hiasan yang berbeda, melihat-lihat, mempertimbangkan, lalu mengembalikannya lagi ke rak bila ia merasa tak sesuai dengan keinginannya.

Sekitar satu jam kemudian acara belanja gadis itu selesai. Pilihannya jatuh kepada dua pita pohon natal panjang berwarna emas, bola-bola natal perak dan merah, hiasan berbentuk tongkat santa berukuran kecil, mistletoe, dan yang terutama bintang emas untuk dipasang di puncak pohon natal. Barang-barang tersebut terletak rapi di dalam keranjang belanjanya, sedang dijinjing gadis itu untuk dibayar di konter pembayaran.

“Sharon-ah.”

Suara bariton itu mengusik rungu Sharon saat ia sedang mengeluarkan kartu kredit untuk membayar belanjaannya. Sharon menoleh sekilas ke belakang, kemudian maniknya membulat mendapati sosok lelaki di belakangnya tersebut. Lelaki yang sedang menatapnya nanar.

Lelaki yang membuat segudang memori yang telah lama terkubur seketika kembali terangkat ke permukaan.

Lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah Moon Taeil, mantan kekasihnya.

***

Keduanya terduduk berhadap-hadapan di sebuah kafe kecil. Dua cangkir hot mochaccino latte terhidang di hadapan mereka, tetapi tak seorang pun yang menyentuhnya. Kesunyian menyelimuti, hanya suara dendang yang diperdengarkan di kafe yang memasuki rungu. Taeil masih menatap nanar Sharon yang sedang mengaduk kopinya.

“Lama tak bertemu.” Taeil menjadi pihak pertama yang memecah keheningan. “Bagaimana kabarmu?”

“Baik,” jawab Sharon singkat.

“Dowoon? Doya? Mereka juga baik-baik saja, kan?”

“Hmm.”

Suasana kembali canggung. Sharon berusaha untuk tak terlarut dengan mulai menyesap kopinya.

“Sendirian saja?”

“Sendirian saja?”

Keduanya bertanya hal yang sama pada saat yang bersamaan pula, menyebabkan dua insan yang dulu pernah saling mengisi hati itu tertunduk. Sang dara garis Yoon itu menyelipkan beberapa helai anak rambut di belakang telinganya.

“Ya, aku sendirian. Dowoon dan Doya tidak kuat udara dingin, jadi tak mau ikut berbelanja bersamaku.” Sharon berujar.

“Ah, I see.”

“Kau sendiri?”

Di bibir Taeil tersungging sebuah senyum tipis. “Aku juga sendirian. Kedua adikku sedang asyik menonton drama spesial natal di rumah.”

Lagi-lagi keduanya membiarkan kecanggungan menyelimuti.

“Orang tuamu ….” Taeil mencoba untuk menyinggung sebuah topik yang justru cukup sensitif bagi dirinya. Topik yang bila tak sengaja teringat, akan membuat air matanya kembali mengalir. Tetapi entah mengapa hari ini ia ingin sedikit membahas topik menyakitkan tersebut, meski berarti itu harus membuka luka lamanya.

“Orang tuamu baik-baik saja?” Pemuda Moon itu menyambung pertanyaannya.

Sharon mengangguk, dengan bibir yang terkatup rapat.

“Apakah mereka ada membahas tentangku?”

Sharon meletakkan cangkir kopinya di atas pisin. “Tidak ada.”

Sebuah tawa canggung keluar dari mulut Taeil. “Ah, hahaha. Mungkin mereka sudah melupakanku.”

“Aku tidak melupakanmu, kok.”

Empat frasa yang tertangkap rungu Taeil tersebut membuat sang pemuda membelalakkan netra. Ditatapnya mantan kekasihnya lekat-lekat. Secercah asa timbul dalam batinnya.

“Aku tidak melupakanmu, tetapi bukan berarti aku akan kembali padamu. Pada akhirnya aku akan kalah dengan keputusan orang tuaku, Taeil-ah. Jadi, maaf.”

Senyum Taeil sempat memudar untuk sesaat, tetapi pemuda itu mencoba untuk menenangkan hatinya. “Aku mengerti.”

“Bagaimanapun,” lanjut Sharon, “kau pernah mengisi hatiku selama dua tahun. Semua kenangan itu tentu tak mudah begitu saja kulupakan.”

“Kau juga,” balas Taeil. “Setiap momen yang kuhabiskan bersamamu dulu masih teringat jelas olehku.”

Gadis Yoon itu tersenyum tipis.

“Omong-omong, kau masih bekerja sebagai komposer lagu?” Sharon mencoba mengorek informasi.

Taeil mengangguk. “Kau sendiri? Kudengar kau bekerja sebagai arsitek junior sekarang, eh?”

Pertanyaan tersebut direspon dengan sebuah anggukan, dan mata berbinar.

Pemuda garis Moon itu bagai teringat akan sesuatu. Ia merogoh saku mantelnya, mengeluarkan sebatang cokelat susu, lalu menyodorkannya pada Sharon. “Untukmu?”

Sharon menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Selamat ulang tahun,” ujar Taeil. “Hari ini tanggal 24 Desember. Hari ulang tahunmu, kan?”

Senyum Sharon merekah. “Astaga, kau masih mengingatnya.”

“Tentu saja masih. Seperti katamu tadi, bagaimana pun kau pernah mengisi hari-hariku selama dua tahun.”

 

-fin-

 

A/N

Happy birthday Yoon Sharon! 😀

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Unexpected Meeting

  1. AAAAAA…. Mommy!❤️ ini sweet bangettt…walaupun endingnya kelapa berharap mereka balikan /uhuk/ tapi…….MEREKA CUTE BANGETTT…….

    Nice fic hohohohooo mommy kuu! Keep writing yaaaa ❤

    Like

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s