[Ficlet] A Song For You

1459768914220

A SONG FOR YOU

.

Fluff, School-life, Slice-of-life, (slight!) romance || Ficlet || T

.

Starring EXO’s Lay, You as the girl

.

© 2016 by Gxchoxpie

.

I only own the plot

.

== HAPPY READING ==

.

.

.

Bunyi dentingan gitar menghentikan langkahku untuk sejenak. Aku yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah pun terdiam, sebelum akhirnya berbalik haluan mencari asal dentingan gitar tersebut.

Kepalaku melongok dari balik jendela tiap kelas, pertama mencari dari mana asal suara itu, kedua mencari siapa sang pemetik gitar. Rupanya dentingan gitar itu berada di kelas yang tak jauh dariku. Sedikit berjinjit aku mengintip ke dalam kelas. Seorang siswa sedang asyik dengan gitarnya. Sendirian, ditemani earphone yang menjuntai di lehernya.

Aku tersenyum. Lay sunbaenim memang terlihat keren ketika sedang memetik gitar. Terasa lembut, manis, dan menawan. Lay sunbaenim memang orang yang dianugerahi banyak talenta. Dia pandai menyanyi, bermain piano, gitar, dan juga merupakan seorang penari yang handal. Tak heran banyak gadis yang mengagumi dirinya.

Termasuk diriku. Terutama bila sedang memetik gitar seperti ini.

Kedua netranya terpejam. Senyumnya merekah, tak lupa mengekspos lesung pipit kecil di pipi kanannya, yang membuatnya selalu terlihat manis ketika tersenyum. Nampaknya ia sedang terabsorp dalam lagunya.

Aku hanya mengamatinya diam-diam, tidak ingin mengganggunya, tidak ingin fokusnya teralih kepadaku. Bagiku melihatnya seperti ini saja sudah cukup. Menatapnya memainkan sebuah melodi yang walau aku tak tahu apa, tetapi terasa enak di dengar, terasa menenangkan hati.

Entah sudah berapa lama aku dalam posisi ini, kaki berjinjit, kepala yang mendongak, mata yang menatap permainan gitar Lay sunbaenim. Mungkin aku tak akan sadar berapa lama waktu yang sudah berlalu kalau Lay sunbaenim tidak menghentikan petikan gitarnya dan menatap keluar jendela.

Kedua matanya bertemu pandang denganku.

Blush~

Kurasakan pipiku menghangat. Sial.

Dengan isyarat tangan ia memintaku untuk masuk ke ruang kelas itu.

Aku segera menghampirinya, dan duduk di kursi di hadapannya. Kepalaku kutundukkan, menyembunyikan rona merah pada pipiku. Juga tak bisa kuhindari jantungku yang berdegup tak karuan.

“Kamu belum pulang?” Ia membuka percakapan. Aku membalasnya dengan sebuah gelengan.

“Bagaimana latihan gitarmu? Sudah lancar?” tanyanya lagi.

Sekedar informasi, di sekolah aku mengikuti ekstrakurikuler gitar dimana Lay sunbaenim menjadi salah satu pengajarnya.

“Ah.. Ne, sunbae. Aku sudah mulai bisa hafal tangga nada mayor. C, D, lalu E, F. Ah sebentar. F itu bagaimana ya? Lalu G ….” Jari tangan kiriku bergerak-gerak seolah sedang menekan dawai gitar.

“Omong-omong kamu tadi sedang apa di situ?” Lay sunbae menunjuk jendela dengan dagunya.

“Ah, itu. Aku … aku hanya ….”

Sial. Kenapa aku harus salah tingkah?

Lay sunbae tertawa kecil. “Kalau kamu mau dengar lagunya, harusnya masuk aja. Untuk apa sampai harus intip-intip dari situ? Tidak apa-apa, kok.”

Ne, sunbae.” Aku mengangguk. “Omong-omong, sunbae, itu lagu karangan sunbae? Soalnya sepertinya aku belum pernah mendengarnya.”

Lay mengangguk. “Hmm. Eottae? Baguskah?”

“Hmm. Bagus, kok. Lagunya enak didengar.”

“Ah, geurae? Lagu ini sebenarnya aku buat karena terinspirasi akan seseorang.”

“Eh? Siapa?” Kulemparkan tatapan penasaran padanya. Oh, aku benar-benar ingin tahu. Siapakah yang menjadi inspirasi Lay sunbae? Dan tak bisa kusangkal separuh hatiku yang berharap bahwa akulah yang menjadi inspirasinya.

Lay sunbae menegakkan gitarnya di lantai, bersandar pada dinding. Kemudian ia menatapku lurus-lurus, membuat jantungku yang malang tidak dapat berbuat apa-apa selain bergejolak hebat.

“Kamu.”

 

-fin-

Advertisements

How does it taste?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s